75 Imigran Gelap Ditangkap di Situbondo

Kompas.com - 02/05/2010, 19:23 WIB

SURABAYA, KOMPAS.com - Direktorat Polisi Air Kepolisian Daerah Jawa Timur menangkap 75 imigran asal Afganistan dan Iran, Minggu (2/5/2010) dini hari pukul 03.00 di kawasan Pantai Pasir Putih, Situbondo. Rencananya, para imigran yang terdiri dari laki-laki, wanita, dan anak-anak itu akan berlayar ke Australia.

"Sebanyak 75 imigran yang terdiri dari 68 pria, 4 wanita, dan 3 anak ditangkap petugas tepatnya satu mil dari Pantai Pasir Putih, Situbondo. Mereka melanggar aturan keimigrasian karena hendak pergi ke Australia tanpa membawa paspor maupun visa," kata Direktur Polisi Air (Ditpolair) Polda Jatim Komisaris Besar Polisi Anang Hidayat, Minggu (2/5/2010) di Markas Ditpolair Polda Jatim, Jalan Intan, Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya.

Menurut Anang, para imigran asal Afganistan dan Iran diduga menggunakan modus operandi dengan datang ke Indonesia secara legal. Mereka datang ke Indonesia menggunakan visa wisata selama satu bulan. Namun, setelah itu mereka menyewa perahu dan berlayar ke Australia secara diam-diam.

Setelah ditangkap di perairan Pantai Pasir Putih, Situbondo, petugas kepolisian membawa 75 orang imigran ke Markas Ditpolair Polda Jatim di Jalan Intan, Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya. Mereka ditemukan hendak berlayar ke Australia menggunakan kapal layar motor (KLM) asal Bau-Bau, Sulawesi Selatan bernama Lisa Jambu 2.

Selain mengamankan 75 imigran, Ditpolair Polda Jatim juga menangkap enam anak buah kapal KLM Lisa Jambu 2. Sementara itu, sebanyak 8 imigran asal Afganistan dan Iran dan 3 warga negara Indonesia yang diduga berperan sebagai agen pengiriman imigran kini ditahan di Kepolisian Resor (Polres) Situbondo.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau