Kredit macet

Bank Mandiri Terus Kejar Aset Debitor Besar

Kompas.com - 03/05/2010, 04:00 WIB

Jakarta, Kompas - PT Bank Mandiri Tbk terus mengejar aset debitor besar yang pembayaran utangnya macet. Mereka tidak punya itikad baik untuk menyelesaikan kewajibannya.

Setelah mengumumkan lelang aset Benua Indah Group, Bank Mandiri kini dalam proses mendapatkan aset Dewata Royal International, yang telah dinyatakan pailit oleh Pengadilan Niaga Surabaya.

Kuasa hukum Bank Mandiri, Tommi S Siregar, akhir pekan lalu menjelaskan, proses kepailitan Dewata Royal telah sesuai dengan hukum dan kurator yang ditunjuk majelis hakim Pengadilan Niaga Surabaya.

Utang Dewata Royal kepada Bank Mandiri bermula dari penandatanganan akta perjanjian kredit dan pengakuan utang yang dibuat PT Dewata Royal pada 1996 untuk membangun Hotel Aston Bali Resort & Spa di Tanjung Benoa, Bali, dengan limit kredit dalam valuta asing senilai 14 juta dollar AS.

Namun, dalam perjalanannya, Dewata Royal tidak memenuhi kewajibannya sehingga akhirnya fasilitas kredit tersebut jatuh tempo Juni 2008. Jika ditambah bunga dan denda, nilainya menjadi sekitar 22 juta dollar AS.

Senior Vice President Special Asset Management Bank Mandiri Agus Sudiarto mengemukakan, Bank Mandiri sebenarnya sudah memberikan waktu yang cukup bagi Dewata Royal untuk menyelesaikan kewajibannya sejak fasilitas kredit jatuh tempo pada Juni 2008.

Kredit Dewata Royal sebelumnya sudah direstrukturisasi sebanyak empat kali, tetapi perusahaan itu tetap tidak memenuhi kewajibannya sebagaimana yang diperjanjikan. (FAJ)

 

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau