Kuliner

Lezatnya Sayur Pecak Ikan Pak Maron

Kompas.com - 03/05/2010, 08:45 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Ikan sepertinya memang telah menjadi menu wajib bagi warga yang bermukim di kawasan pesisir pantai. Tak kerkecuali bagi masyarakat yang tinggal di pesisir pantai utara Jakarta. Tepatnya di daerah Marunda, Cilincing, Jakarta Utara.

Tak heran, rumah makan yang ada di daerah tersebut menjadikan ikan sebagai menu utamanya. Ikan yang digunakan pun tidak melulu mesti menggunakan ikan laut sebagai menu olahannya.

Dengan sedikit olahan sang juru masak, maka jadilah menu favorit khas Marunda, sayur pecak ikan yang lezat yang dijajakan di beberapa rumah makan di daerah yang dikenal sebagai tempat lahirnya jagoan Betawi Si Pitung itu. Sayur pecak ikan gurame memang dikenal telah menjadi makanan khas Betawi tempo dulu.

Namun, lantaran mahalnya harga ikan gurame, sayur pecak kemudian banyak dimodifikasi menggunakan jenis ikan lainnya. Hasilnya, sayur pecak ikan pun tetap terjaga kelezatannya. Hal itulah yang dilakukan Maron, salah seorang pemilik rumah makan di kawasan Marunda.

Warung makan Pak Maron yang terletak di Jalan Raya Marunda, Cilincing, Jakarta Utara memang terlihat tak pernah sepi dari pengunjung. Mulai dari para sopir truk kontainer hingga penggemar menu masakan berbahan ikan khas Betawi, selalu menyempatkan berkunjung ke warung makan miliknya itu. Rata-rata dari mereka mengaku ingin merasakan sayur pecak ikan buatan pria asli Betawi ini.

Warung makan Pak Maron memang dikenal sebagai warung makan yang menyajikan segala sayur berbahan utama ikan dengan perpaduan kuah pecaknya. Beberapa menu utama yang dijajakan itu antara lain, sayur pecak gurame, sayur pecak ikan mas, sayur pecak nila hingga sayur pecak ikan mujair.

Selain itu, menu berbahan ikan lainnya seperti, ikan gurame dan mas goreng atau bakar, serta pepes ikan juga dapat ditemui di warung makan Pak Maron.

Selain kelezatan sayur pecak ikannya, kelebihan yang ada di menu sayur ikan warung Pak Maron adalah, masakan ikannya yang tidak amis. Maklum saja, sebelum dimasak atau digoreng, ikan terlebih dulu dilumuri dengan campuran air jeruk nipis dan garam.

“Agar bau amis tersebut benar-benar hilang, ikan direndam atau didiamkan selama 15 sampai 30 menit,” ujar Maron kepada beritajakarta.com, Jumat (30/4/2010).

Untuk kuah pecaknya, Maron mengunakan adonan santan yang dimasak dengan racikan bumbu dapur hingga matang. Kemudian dicampur garam, gula, dan cuka untuk menambah kelezatan rasanya.

Sebelum diangkat, tambahkan terlebih dahulu irisan tomat untuk dicampurkan bersama ikan hingga semua bahan matang. Hmm.... harumnya masakan pun langsung tercium dan terbayang kelezatannya.

Benar saja, aroma pecak ikan milik Pak Maron begitu harum, dan menggugah selera makan pemesannya. Racikan bumbunya pun terasa lezat bukan main. Bukan tidak mungkin, bagi siapa saja yang pernah mencicipi, sepertinya tidak akan lupa dengan rasanya yang membuat ketagihan.

Maron mengaku, sayur pecak ikannya dijual dengan harga bervariasi sesuai dengan jenis ikan yang digunakan sebagai bahannya. Untuk sayur pecak ikan harganya mulai Rp 20.000-Rp 30.000, sementara untuk gurame goreng Rp 35.000, gurame bakar Rp 35.000. Untuk pepes ikan antara Rp 20.000-Rp 35.000, tergantung jenis ikan pepes yang dipesan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau