Pasha Cuekin Permaisuri Sultan Malaysia

Kompas.com - 03/05/2010, 09:01 WIB

KUALA LUMPUR, KOMPAS.com -- Ada hal yang menarik ketika Pasha bersama bandnya, Ungu, tampil konser mega mereka di stadion sepakbola Bukit Jalil, Selangor, Malaysia, berkaitan dengan Hari Buruh se-Dunia 2010 di sana, Sabtu (1/5/2010) malam.  

Sekitar 1.000 orang, berkebangsaan Malaysia, Indonesia, dan Singapura, menyaksikan konser tunggal Ungu, tak terkecuali Permaisuri Sultan Negara Bagian Perlis (Utara Malaysia) dan salah seorang putri Sultan Negara Bagian Kelantan (Utara Malaysia).

Dua perempuan ningrat itu rupanya pengagum berat Ungu dan tentu saja Pasha, sang vokalis yang duda keren itu. Tengok saja, permaisuri dari Perlis dan putri Sultan Kelantan itu nekat maju hingga ke bibir panggung hanya untuk melihat lebih dekat Pasha menyanyikan lagu-lagu andalan Ungu.

Tak puas, sang permaisuri sempat melambaikan tangan kepada penyanyi pujaan hatinya. Sayang, Pasha, yang tak mengetahui kehadirannya, tidak menggubris lambaian tangannya.

Pihak penyelenggara, Celebes Production, rupanya tak enak hati. Salah seorang anggota panitia kemudian mendatangi Pasha dan mengabari kedatangan Permaisuri Sultan Perlis dan putri Sultan Kelantan itu. Setelah itu, Pasha pun mengucapkan penghormatannya kepada keduanya sambil melambaikan tangan ke arah podium VIP. Sial, Pasha belum juga sadar bahwa keduanya sudah di depan panggung dan hanya berjarak satu atau dua meter saja darinya.

Dalam konser yang berjalan sekitar dua jam itu, Ungu membawakan 18 lagu.  
Ungu langsung menggebrak dengan lagu "Melayang", kemudian disusul dengan lagu-lagu populer lainnya seperti, "Kekasih Gelapku", "Tercipta Untukku", "Surgamu", "Hampa Hatiku", "Dengan Napasmu", "Demi Waktu", "Untukmu Selamanya", "Di Sini Untukmu", dan "Sejauh Mungkin".

Tak hanya di Tanah Air, penggemar fanatik Ungu juga banyak di Malaysia. Buktinya, yang menonton lebih banyak warga Malaysia. Pihak penyelenggara konser tersebut, Celebes Production, mengatakan bahwa tiket konser Ungu dibandrol dengan harga terendah 50 ringgit Malaysia atau Rp 130.000 per lembar.

"Kami ingin mengadakan konser yang berbeda di Malaysia. Targetnya adalah rakyat Malaysia. Makanya, tiketnya sedikit mahal," terang Steve Willem, Direktur Celebes Production. Rencananya, konser tersebut akan dibawa ke Kinabalu, Sabah, Malaysia, setelah Idul Fitri nanti. (ANT/EH)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau