Subsidi Listrik Dikurangi, Komisi VII Keberatan

Kompas.com - 03/05/2010, 13:50 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Komisi VII DPR menyampaikan nota keberatan atas alokasi subsidi listrik dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBN-P) 2010 yang akan disahkan pada Rapat Paripurna DPR, Senin (3/5/2010).

Ketua Komisi VII DPR Teuku Riefky Harsa mengatakan, pihaknya mempertanyakan pengurangan subsidi sebesar Rp 1 triliun. Riefky memaparkan, sebelumnya subsidi listrik dianggarkan Rp 56,15 triliun, tetapi jumlah itu berubah menjadi Rp 55,15 triliun atau berkurang sebesar Rp 1 triliun.

"Kami telah melakukan pembahasan secara mendalam dan diputuskan bahwa subsidi listrik Rp 56,15 triliun. Besaran subsidi ini dimaksudkan untuk mengurangi beban masyarakat akibat dari adanya rencana pemerintah yang akan menaikkan tarif dasar listrik sebesar 15 persen," kata Riefky di sela rapat paripurna.

Pernyataan keberatan mengenai dikuranginya subsidi listrik juga disampaikan oleh anggota Komisi VII, Zainuddin Amali, setelah Ketua Badan Anggaran Harry Azhar Azis membacakan hasil pembahasan Badan Anggaran mengenai APBN-P 2010.

Ia mempertanyakan, apakah ada kaitan antara rencana kenaikan tarif dasar listrik (TDL) 15 persen dan berkurangnya subsidi listrik.

Menanggapi pernyataan keberatan Komisi VII, Harry mengatakan, pihaknya tidak mengalokasikan anggaran berdasarkan tarif listrik. "Subsidi justru bertambah Rp 2,4 triliun. Penurunan dari Rp 56,15 triliun menjadi Rp 55,15 triliun terkait penurunan harga keekonomian. Tetapi itu juga bukan untuk listrik bersubsidi, melainkan untuk kalangan mampu," ujar Harry.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau