Kecelakaan lalu lintas

"Voorijders" Lalai, Tabrakan di Cikampek

Kompas.com - 03/05/2010, 14:19 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Tabrakan beruntun terjadi di Jalan Tol Jakarta- Cikampek Kilometer 33,600, Senin (3/5/2010), diduga akibat pengendara voorijders yang mengawal iring-iringan mobil pejabat Pemerintah Provinsi Banten memotong lintasan kendaraan di jalur lambat.

Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, tetapi lima mobil mengalami kerusakan.

Salah seorang korban, Direktur Pemasaran Badan Usaha Milik Negara PT Pertani Ir Wahyu mengatakan, kejadian bermula saat dirinya bersama dengan sopir melintas di jalur menjelang pintu keluar Tol Cikarang Pusat sekitar pukul 09.25.

"Saya dalam perjalanan dari rumah di Bandung menuju kantor di Jakarta," ujar Wahyu melalui sambungan telepon.

Saat itu, katanya, terjadi kepadatan kendaraan sepanjang 1 kilometer ke arah Jakarta.

"Tiba-tiba dari lintasan jalur cepat muncul satu pengendara motor voorijders membawa tiga mobil dan memotong perlintasan kendaraan di jalur lambat hingga terjadi peristiwa rem mendadak dari tiga kendaraan di depan saya," katanya.

Akibatnya, kendaraan milik Wahyu jenis Mazda hitam bernomor B 360 PWY menabrak dan mengalami kerusakan pada bemper depan, penutup mesin, dan sebagian bemper bagian belakang. Hal serupa terjadi  pada sejumlah mobil lainnya.

"Saya sendiri tidak mengalami luka apa pun dalam kejadian ini. Sebagian korban langsung melakukan musyawarah di sekitar lokasi kejadian. Sementara saya dan sopir kembali melanjutkan perjalanan ke Jakarta melalui pintu keluar Cikarang," ujarnya.

Secara terpisah, Petugas Sentral Komunikasi (Senkom) PT Jasamarga, Ade Prihatna, membenarkan peristiwa itu.

Dia mengatakan, sebanyak lima kendaraan lain turut mengalami kerusakan, yakni APV dengan nomor B8854 BR, Avanza B2510 JL, Avanza D1088 JS, Innova D 43 DO, dan Avanza D 1188 DS.

"Tidak ada korban jiwa dalam insiden ini. Semua korban kecelakaan langsung melakukan musyawarah di tempat peristirahatan Km 41 arah Cikampek," ujarnya.

Kendati demikian, Ade beranggapan musibah tersebut disebabkan para pengendara kurang mengantisipasi jarak aman kendaraan. Terlebih di sekitar wilayah itu terjadi kepadatan arus kendaraan akibat proyek pelebaran jalan yang dilakukan pihaknya.

"Di sekitar tempat kejadian sedang dilakukan upaya pelebaran jalan sehingga terjadi penyempitan arus. Seluruh bahu jalan kita tutup sementara hingga proyek ini rampung dilaksanakan," ujarnya.

Kecelakaan di Km 33 Tol Jakarta-Cikampek kerap terjadi selama berlangsungnya proyek pelebaran jalan. Peristiwa serupa terakhir terjadi sekitar pukul 06.20. Sedikitnya tiga kendaraan mengalami kerusakan dan satu sopir dirawat akibat cedera.

Sementara itu, pada 5 April lalu, sebanyak dua penumpang tewas setelah mobil truk yang ditumpanginya terperosok ke dalam parit. Kepadatan di lokasi itu kerap terjadi pada jam sibuk sepanjang 1 hingga 5 kilometer.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau