Gaga: Bangkrut tapi Glamor

Kompas.com - 03/05/2010, 17:56 WIB

LONDON, KOMPAS.com — Ternyata, wig bukan cuma perlengkapan fashion bagi Lady Gaga (24). Setiap wig yang dikenakannya mencerminkan apa yang sedang dirasakannya.

"Saya punya lebih dari 20 wig. Dengan cara itu, saya bisa mendapatkan sebuah gaya rambut baru setiap hari tanpa harus berlari ke penata rambut, hebat kan? Dan, saya bisa memilih yang mana yang ingin saya kenakan sesuai dengan suasana hati saya. Hari ini saya merasa seperti rambut keriting berwarna merah. Cara saya menghadirkan diri saya ke dunia luar selalu mencerminkan bagaimana perasaan saya di dalam," tuturnya.

Gaga juga mengungkapkan bahwa ia sudah tidak berbelanja sendiri produk-produk fashion lebih dari setahun dan menugaskan para "peri Gaga" untuk menemukan baginya kostum-kostum yang luar biasa.

"Ke mana saja saya pergi, satu 'peri Gaga' telah siap di sana dan meninggalkan sebuah lemari di sana yang penuh dengan pakaian yang mengagumkan, yang bisa saya pinjam dan kenakan. Ketika saya pindah ke kota selanjutnya, lemari berikutnya menunggu saya. Saya sudah tak berbelanja sendiri selama lebih dari setahun," kisahnya.

Meskipun merupakan salah seorang artis paling sukses di dunia, Gaga menekankan bahwa ia tidak membutuhkan uang untuk tampil glamor. "Kehidupan glamor sangat berbeda dengan kehidupan mewah. Saya tak membutuhkan kemewahan. Selama bertahun-tahun sebetulnya saya pernah dalam keadaan bangkrut. Tapi, ketika itu saya tetap sangat glamor. Dan, sampai sekarang saya masih begitu," tuturnya.(femalefirst.co.uk/ATI)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau