Tidur Nyenyak, Kunci Panjang Umur

Kompas.com - 03/05/2010, 18:43 WIB

KOMPAS.com - Kita selalu disarankan untuk tidur selama 6-8 jam sehari, tetapi banyak dari kita yang tak mampu memenuhinya. Padahal, mereka yang tidur sesuai waktu yang disarankan tersebut cenderung berumur lebih panjang, dan lebih sehat.

Waktu tidur yang paling lama adalah sekitar 7 jam, dan inilah penemuan para peneliti dari kebanyakan orang Inggris. Penemuan ini menunjukkan bukti yang paling meyakinkan mengenai kaitan antara kurangnya waktu tidur dengan meningkatnya risiko kematian dini.

Sekitar sepertiga dari populasi orang dewasa di Inggris rata-rata tidur selama 5 jam atau kurang pada malam hari. Padahal, para peneliti dari University of Warwick dan Federico II University di Napoli, Italia, mempelajari bahwa 12 persen orang yang kekurangan tidur cenderung akan mengalami kematian prematur dibandingkan mereka yang tidur 6-8 jam sehari. Namun, kelebihan tidur juga tidak baik.

Mereka yang terbiasa tidur lebih dari 9 jam sehari tidak akan dengan sendirinya meningkatkan risiko kematian, tetapi bisa menjadi penanda akan adanya penyakit yang mendasar. Sayang, tak dijelaskan apa penyakit yang bakal membayangi orang-orang yang senang tidur berlebihan ini.

Penemuan yang dipublikasikan di jurnal Sleep ini ternyata bertepatan dengan dirilisnya studi dari Amerika yang mendapati bahwa orang-orang lanjut usia ternyata cenderung tidur lebih nyenyak.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau