Investasi

Daerah "One Man Show" Cari Investor

Kompas.com - 04/05/2010, 09:25 WIB

MEDAN, KOMPAS.com - Sejumlah kepala daerah di Indonesia dinilai kurang memanfaatkan fungsi Badan Koordinasi Penanaman Modal dan sering terkesan one man show dalam mencari investor di luar negeri.

"Mereka sering promosi ke luar negeri secara ad hoc," kata Kepala BKPM, Gita Wirjawan, dalam pertemuan dengan kalangan pengusaha Sumatera Utara di Medan, Senin (3/5/2010).

Gita mengatakan, pihaknya sering menerima keluhan dari beberapa kedutaan besar (Kedubes) RI tentang kedatangan bupati dan walikota yang mempromosikan potensi daerahnya masing-masing.

Karena kurangnya koordinasi dengan BKPM, pihak Kedubes RI harus berkali-kali menyiapkan jadwal pertemuan bupati dan walikota tersebut dengan pengusaha di negara tempatnya bertugas. "Padahal pengusaha yang dituju itu-itu juga," katanya.

Idealnya, kata Gita, para bupati dan walikota di Indonesia itu mensinergikan upaya promosi dan mencari investor tersebut dengan instansi terkait seperti BKPM. Tanpa bermaksud mendikte, dia mengatakan pola sinergi dalam promosi itu akan membawa hasil yang lebih baik dan peluang sukses lebih besar.

Sinergi dalam mencari investasi itu juga tetap dibutuhkan dalam menyukseskan berbagai program pembangunan di daerah masing-masing yang berhubungan dengan pemerintah pusat.

Ia mencontohkan upaya Gubernur Kalimantan Timur, Awang Faroek Ishak, dan salah seorang bupati di provinsi itu yang berulang kali melobi pemerintah pusat dalam mendapatkan izin pembangunan sarana transportasi kereta api (KA). "Lebih 10 kali mereka ke Jakarta, tapi izinnya masih belum keluar," katanya.

Namun, kata dia, setelah program itu disinergikan dengan BKPM, pihaknya berupaya untuk mempresentasikan manfaat dan berbagai pertimbangan pembangunan sarana transportasi KA itu kepada intansi terkait, khusunya Kementerian Perhubungan. "Dengan sinergi itu, akhirnya izin tersebut keluar," katanya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau