JAKARTA, KOMPAS.com — Setelah setahun tertunda karena krisis ekonomi dunia, akhirnya MPV premium Honda ini pun resmi menyambangi penggemarnya di Indonesia. Harga versi standarnya Rp 536 juta (on the road di Jakarta) dan sudah termasuk pelindung kaca V-Kool.
Apa sih hebatnya MPV CBU ini sehingga harus dijual dengan harga segitu? Untuk menjawabnya, Kompas.com menyidik sosok luar-dalam kendaraan ini dan mencermati data yang diberikan oleh PT Honda Prospect Motor, utamanya fitur-fitur, teknologi, dan mesin.
Kepribadian sport. Ciri khas yang menarik dari sosok All New Odyssey adalah MPV ini benar-benar berkepribadian sport.
Hal itu bisa dilihat dari tingginya yang 1.545 milimeter dan jarak terendah (ground clearance) 150 mm. Dimensi itu menggambarkan betapa cepernya MPV ini atau hampir sama dengan sedan. Padahal, panjangnya mencapai 4.800 mm, lebar 1.800 mm, dan jarak sumbu roda 2.830 mm.
Dengan format seperti itu, titik pusat gravitasinya lebih dekat ke tanah. Lantas, dengan konsep bodi one motion form, All New Odyssey pun menjadi MPV yang aerodinamis. Efek dari semua itu, konsumsi bahan bakar lebih efisien dibandingkan dengan kompetitor sekelas. Selain itu, tentu saja MPV ini menyenangkan saat dikebut dan bermanuver.
Karakteristik aerodinamis dan sport juga bisa dilihat pada desain lampu depan dan belakang yang tipis plus dua knalpot di bawah bemper belakang. Adapun di depan, desain grilnya khas Honda masa kini, yaitu bemper besar yang disatukan dengan lampu utama jenis high-intensity discharge headlights (HID) atau xenon dengan autoleveling.
Berarti, lampu ini bisa mengatur sendiri ketinggian sorotannya sesuai dengan posisi kendaraan, misalnya ketika menanjak, menurun, membawa muatan berat, dan berpapasan. Sosok All New Odyssey juga makin gaya dengan sunroof yang dibuka dan ditutup melalui tombol listrik.
Interior. Masuk ke interior, tampak bagian tengah dasbor membentuk huruf V dan bertingkat. Bagian atas berwarna hitam, sedangkan bawah krem atau beige (di Jepang juga ada interior dengan warna gelap). Beberapa bagian dilapisi dengan panel wood coklat susu plus aksentuasi krom pada pinggir slot tongkat transmisi otomatis dan handel dalam pintu.
Kulit warna krem yang melapisi jok, langit-langit, dan door trim melahirkan kesan cerah. Sementara itu, aksentuasi pada lapisan jok, berupa kerutan, memberikan kesan mewah.
Di tengah dasbor terdapat layar LCD sentuh audio-video dengan ukuran cukup besar. Unit audio-video ini bisa menerima koneksi MP3 player, USB port, dan iPod (optional). Selain menayangkan informasi audio-video (DVD), layar monitor juga bisa dimanfaatkan pengemudi untuk melihat kondisi di belakang MPV ini saat parkir mundur.
Setiap Odyssey yang dipasarkan di Indonesia telah dilengkapi dengan kamera untuk memudahkan pengemudi parkir mundur. Ada pula indikator dalam bentuk warna (merah, kuning, dan hijau) yang menandakan jarak antara MPV ini dengan obyek di belakangnya saat mundur.
Tongkat transmisi ada di dasbor, sedangkan rem parkir dioperasikan oleh kaki (di kiri pedal rem). Hasilnya, antara bagian tengah dasbor bawah dan kedua jok depan tercipta ruang kosong.
Begitu kunci kontak di-ON-kan, panel instrumen atau meter kombinasi tampil bergaya modern karena menggunakan desain lapis 3D. Meteran ini menayangkan berbagai informasi melalui layar LCD dan bargraph.
Spidometer menggunakan lingkaran, takometer setengah bulat, dan indikator lain di kanan. Juga ada indikator posisi gigi antara spidometer dan takometer. (Bersambung)
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang