Trik Membicarakan Penurunan Libido Suami

Kompas.com - 04/05/2010, 13:26 WIB

KOMPAS.com - Saat Anda menyadari hasrat seksual suami mulai menurun, segudang pertanyaan pasti mulai menguasai pikiran. Persoalan ini cukup sensitif, bahkan bisa jadi suami Anda sebenarnya sudah menyadari masalahnya, dan merasa cemas jika kemudian Anda mulai menyadarinya. Mengidentifikasi masalah hingga mencari jalan untuk mendapatkan kembali hubungan seks yang lebih sehat, bisa dimulai dari komunikasi yang baik.

Berikut langkah yang bisa Anda lakukan bersama pasangan:

1. Awali dengan pesan positif
Mulailah pembicaraan dengan mengungkapkan pesan positif kepada suami, seperti membicarakan perbuatan suami belakangan ini yang membuat Anda senang. Berikan juga apresiasi atas kerja kerasnya di kantor atau di rumah. Memulai pembicaraan dengan mengungkapkan hal positif menimbulkan atmosfir kasih sayang, sehingga membuat suami lebih nyaman mengutarakan masalah libidonya.

2. Melibatkan diri dalam masalah
Persoalan penurunan libido pada pasangan merupakan isu sensitif. Anda perlu menjadi bagian di dalamnya, dan hindari kesan menuduh pasangan yang bersalah. Mulailah dengan menyebutkan bahwa ada yang berubah dalam hubungan Anda dan pasangan. Ungkapkan berbagai kemungkinannya, anggaplah Anda menjadi bagian masalah dengan mengakui bahwa waktu untuk berduaan semakin berkurang, misalnya. Akibatnya kedekatan Anda dan pasangan berubah, dan mempengaruhi mood suami. Menjadi bagian dari masalah, membuat Anda dan pasangan lebih mudah membuka diri untuk mencari solusi.

3. Identifikasi masalah
Analisa berbagai kemungkinan penyebab penurunan libido. Romantisme yang memudar bisa menjadi salah satu penyebabnya, dan ini bisa datang dari Anda atau suami. Kenali apakah stres akibat pekerjaan, atau bahkan depresi, mempengaruhi keharmonisan. Mengungkapkan berbagai kemungkinan penyebab ini bisa membantu suami mengenali masalahnya, dan tidak merasa dipermalukan. 

4. Tanyakan pasangan, apa yang bisa Anda bantu
Anda perlu bertanya kepada suami, cara apa yang bisa Anda lakukan untuk membantunya. Pakar kesehatan seksual Alex Santoso, PhD, dan  Hanita Ina, MD, menuliskan penurunan gairah seksual lebih banyak disebabkan oleh hubungan personal dan lingkungan, daripada masalah medis. Jadi, sebaiknya tanyakan kepada pasangan, hal apa yang bisa membuatnya lebih bergairah. Anda juga perlu komitmen untuk membantu suami membangkitkan gairah seks. Jika suami menginginkan terapi, bantu dia untuk mendapatkan terapis yang sesuai.

5. Menyesuaikan hasrat Anda dengan pasangan
Jika biasanya Anda dan pasangan melakukan hubungan seks normal tiga atau empat kali seminggu, sebaiknya Anda mulai menyesuaikan kondisi suami. Pasangan yang mengalami penurunan libido perlu waktu untuk membangkitkannya kembali. Jangan lantas kecewa ketika suami menolak berhubungan seks terlalu sering karena tidak mood, misalnya. Mengurangi frekuensi hubungan seks menjadi salah satu penyesuaian Anda dengan kondisi pasangan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau