Kriminal

Usai Pesta Miras, Tiga Nyawa Melayang

Kompas.com - 04/05/2010, 19:34 WIB

TANGERANG, KOMPAS.com — Pesta minuman keras oplosan yang dicampur dengan cairan suplemen dan minuman serbuk instan merenggut nyawa Rohman (42), Endang (37), dan Toto (30), Selasa (4/5/2010). Pesta miras sepuluh orang warga berlangsung di proyek pembangunan taman jajan di depan Rumah Sakit Husada Isani, Jalan KH Ashari RT 01/RW 08, Kelurahan Buaran Indah, Kota Tangerang.

Menurut Andi, salah seorang korban selamat yang masih dirawat di rumah sakit, pesta miras itu berlangsung pada Sabtu (1/5/2010) siang hingga sore. Rohman, warga Gang Swadaya RT 04/RW 07 Buaran Indah; serta Endang dan Toto, warga Gang Jambu, Buaran Indah, Kota Tangerang, menenggak miras bersama Udek (30), Nurali (40), Cucu (27), Andi, dan Amri. Andi kini masih dirawat di Rumah Sakit Husada Insani bersama empat rekannya yang lain.

"Kami minum miras oplosan itu pada Sabtu lalu. Saya sedih karena tiga teman hari ini meninggal dunia," kata Andi, Selasa.

Andi menjelaskan, pesta dengan menenggak miras sudah direncanakan teman-temannya. Sabtu siang itu terdapat 10 orang yang ikut bersama menenggak miras 10 botol. "Miras yang kami minum merek Brendi dicampur dengan minuman suplemen. Yang minum bukan saya saja, tetapi ada sepuluh orang," kata Andi yang ditemui di rumah sakit.

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau