Pemeriksaan sri mulyani

Menkeu: KPK Saja Bawa Minum Sendiri

Kompas.com - 04/05/2010, 21:32 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Meski tetap mengumbar senyum, Menteri Keuangan Sri Mulyani terlihat lelah ketika menggelar keterangan pers seusai menjalani pemeriksaan oleh KPK, Selasa (4/5/2010).

Sri Mulyani berusaha menggambarkan suasana pemeriksaan selama enam jam itu dengan mengatakan bahwa ada tiga penyidik KPK yang datang. Pertemuan digelar di ruang rapat kecil Menkeu di lantai 3 Gedung Kementerian Keuangan. Tak lupa, Sri Mulyani menyampaikan kesannya terhadap profesionalitas penyidik KPK dalam menjalankan tugasnya.

"Sesuai protokol, sebelum menyampaikan ada persyaratan dilarang memberi apa pun selain air putih. Tapi tadi mereka pun membawa minumannya sendiri, botol air mineral sendiri. Semua dilakukan profesional," ujarnya.

Sepanjang pemeriksaan, Sri Mulyani mengaku memberikan keterangan sesuai dengan kebutuhan dan keinginan KPK melalui percakapan interaktif untuk memperoleh gambaran dan konfirmasi terhadap pernyataan, angka, dan kebenaran peristiwa terkait pengambilan keputusan dana talangan Bank Century.

Dia pun menegaskan hanya menjalankan kewajibannya untuk memenuhi informasi yang dibutuhkan oleh KPK dan publik. Sri Mulyani pun mengaku menjawab pertanyaan KPK tanpa didampingi oleh pengacara ataupun staf dari Biro Hukum. Semua dihadapinya sendirian.

"Saya tidak perlu pendamping. Tak ada pengacara. Hal-hal teknis seperti penandatanganan dokumen, biro hukum saya yang lakukan pengecekan. Jadi, hanya saya dan tiga penyidik. Semua berjalan secara proper dan sesuai protokol," tambahnya kemudian.

Sebagai informasi, pemeriksaan berlangsung selama enam jam dari pukul 14.00 hingga pukul 20.00. Pemeriksaan dipotong waktu istirahat untuk melakukan ibadah shalat ashar dan maghrib.
 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau