JAKARTA, KOMPAS.com - Sentimen Mei sudah mulai mewarnai pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Kemarin (4/5/2010), IHSG sempat menguat hingga menyentuh level tertingginya sepanjang sejarah di 2.996,42. Sayang, pada saat penutupan bursa, indeks justru melorot ke 2.959,01, atau turun 0,06 persen dari hari sebelumnya.
Menurut Krishna Dwi Setiawan, Kepala Riset Valbury Asia Securities, kondisi ekonomi dalam negeri yang positif menimbulkan euforia di pasar modal. Namun, ternyata kondisi tersebut berbalik. Indeks mayoritas bursa Asia turun. Akibatnya IHSG ikut terseret. "Saya rasa, sentimen sell on May and go holiday sepertinya sudah mulai terlihat," ujarnya.
Meski itu hanya mitos, menurut Krishna, ada berita yang membuat bursa saham rontok. Pertama, krisis utang di Eropa yang belum menunjukkan kejelasan. Kedua, kasus Goldman Sachs yang memasuki tahap pemeriksaan. Ketiga, China memperketat lagi likuiditas perbankannya.
Chandra, analis E Trading Securities, cenderung melihat pelemahan indeks kali ini disebabkan oleh aksi ambil untung alias profit taking pada beberapa saham unggulan. Misalnya, saham PT Astra International Tbk (ASII).
Menurut dia, aksi tersebut bisa saja berlanjut pada perdagangan saham hari ini. Ia memperkirakan, indeks akan bergerak di kisaran 2.940 hingga 2.983.
Pendapat Krishna tidak jauh berbeda. Menurut dia, indeks bisa berpotensi melemah dengan kisaran pergerakan yang cukup lebar di 2.916 - 2.970. (Avanty Nurdiana/Kontan)
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang