Kementerian keuangan

Anggito Dinilai Pas Gantikan Sri Mulyani

Kompas.com - 05/05/2010, 13:27 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Fraksi Partai Persatuan Pembangunan menilai Kepala Badan Kebijakan Fiskal Anggito Abimanyu sebagai sosok yang pas menggantikan posisi Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. Seperti diberitakan, Sri Mulyani dipinang mengisi posisi Managing Director World Bank.

"Dari sisi kapasitas kedalaman pengetahuan dan relasi dengan rekan-rekan di Parlemen, Anggito adalah figur yang diunggulkan," ujar Sekretaris F-PPP Romahurmuzzy kepada Kompas.com, Rabu (5/5/2010) di DPR.

Disampaikan pula, Anggito adalah salah satu dari pakar bidang fiskal yang memiliki pengetahuan secara historis dan empiris. "Sebagai kepala badan kebijakan fiskal, Anggito telah melakukan exercise di bidang fiskal secara langsung. Anggito juga terbukti mampu menjadi jembatan antara pemerintah dan DPR," tambahnya.

Soal penunjukan Sri Mulyani, F-PPP, kata Romy, menyambut baik hal tersebut. Penunjukan ini menunjukkan pengakuan dunia terhadap kepakaran Sri Mulyani.

"Jika Sri Mulyani meninggalkan Kementerian Keuangan, kami memberikan penghargaan karena dia telah meletakkan dasar-dasar reformasi birokrasi di sana. Kita berharap, jika nanti menjadi Managing Director Bank Dunia, dirinya tetap berkontribusi bagi Indonesia," katanya.

Dikatakan pula, penunjukan ini dapat menjadi resolusi konflik politik antara DPR dan pemerintah, khususnya Kementerian Keuangan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau