Bu Sri Mulyani Kok Diam Terus, Sih?

Kompas.com - 05/05/2010, 16:22 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Menteri Keuangan Sri Mulyani meninggalkan gedung Kementerian Keuangan sekitar pukul 15.45, Rabu (5/5/2010). Namun, tak satu pun pernyataan yang keluar dari bibirnya.

Sri Mulyani keluar dari kantor sekitar setengah jam setelah Presiden SBY menyampaikan pidato persetujuan terhadap rencana pengunduran diri Sri Mulyani. Ia tak menjawab satu pun pertanyaan yang dilontarkan para jurnalis yang menunggunya di basement gedung utama Kemenkeu.

Pertanyaan sederhana sekalipun, seperti 'Apakah Anda merupakan wanita pertama di Asia yang akan menduduki posisi managing director World Bank?' ataupun 'Ke mana Anda pergi?' tak dijawab dengan kata-kata. Hanya ada senyum mengembang di wajahnya. Pengamanan para ajudannya pun tampak ketat. Dalam balutan busana hitam, Sri Mulyani tampak cerah dan anggun menaiki mobil dinasnya.

"Bu Sri kok diam terus, sih?" tanya wartawan yang disambut kembali dengan senyuman. Kepala Biro Humas Harry Soeratin pun kaya dengan pernyataan 'enggak tahu' saat dikonfirmasi oleh wartawan, termasuk soal tujuan kepergian Sri Mulyani sore ini. Rencana keterangan pers resmi yang sudah digembar-gemborkan sejak pagi pun batal direalisasikan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau