Kehidupan

Nesya, Bayi 6 Bulan Derita Bocor Jantung

Kompas.com - 06/05/2010, 08:44 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Malang benar nasib Nesya Winda Azahra. Belum genap berusia satu tahun, bayi perempuan ini harus menderita akibat kebocoran jantung.

Sejak lahir hingga saat ini berusia enam bulan, tubuh Nesya tidak mengalami perkembangan berarti akibat sakitnya itu. Tubuhnya terlalu kurus untuk bayi usia enam bulan, tetapi perutnya membusung besar.

Kris Newin (35), ayah Nesya, menjelaskan, sesungguhnya kelainan jantung pada anak keduanya ini bisa dideteksi sejak kelahirannya sebab Nesya sering menangis. Bahkan, kata Kris, waktu Nesya untuk menangis lebih banyak ketimbang waktu tidurnya.

"Udah gitu perutnya jadi membusung. Kalau sudah buang angin memang agak kempes, tetapi enggak lama langsung busung lagi," tutur Kris saat ditemui Kompas.com di ruang tunggu Rumah Sakit Harapan Kita, Slipi, Jakarta Barat, Rabu (5/5/2010).

Ibunda Nesya, Nofriyanti (31), mengatakan, putrinya dinyatakan diduga mengalami kelainan jantung setelah diperiksakan di puskesmas. "Karena dia enggak berhenti menangis, kemungkinan karena sakit dari organ dalam dan jantungnya. Efeknya, perutnya juga jadi membusung," katanya lirih.

Kala itu, karena keterbatasan dana Kris dan Nofriyanti hanya mencoba pengobatan yang seadanya di puskesmas untuk Nesya. Pengobatan alternatif pun juga dicobanya demi kesembuhan Nesya. Namun, hampir tidak ada perkembangan memuaskan dari kondisi kesehatan Nesya. "Kami waktu itu enggak berani membawa Nesya ke rumah sakit yang besar, takut kalau biayanya mahal. Sakit seperti Nesya ini biayanya pasti besar," ujarnya.

Maklum, pekerjaan Kris sebagai pegawai rendahan di sebuah kantor notariat hanya cukup untuk membiayai kebutuhan keluarga sehari-hari. Begitupun dengan Nofriyanti yang hanya sebagai seorang perawat di sebuah rumah sakit kecil di Jakarta Selatan.

Naas memang. Belakangan, kondisi Nesya makin memburuk. Hingga akhirnya, sepekan yang lalu, Nesya, yang sempat dirawat inap di rumah sakit tempat ibunya bekerja, sempat kritis dan tak sadarkan diri. Nesya mengalami panas tinggi hingga akhirnya tidak sadarkan diri.

Saat itulah Kris memutuskan untuk membawanya ke RS Harapan Kita. Seusai diperiksa intensif, tim dokter menyatakan Nesya mengalami kebocoran jantung. Hingga kini Nesya masih di rawat di ruang ICU Anak di rumah sakit itu.

Menurut Kris, tindakan medis terhadap Nesya masih difokuskan pada pemulihan keadaan umumnya. Mengenai jantung Nesya, kata dia, tim dokter belum berani mengambil tindakan apa pun mengingat kondisinya yang tidak stabil. "Tim dokter menyatakan Nesya mengalami kebocoran jantung. Saya masih shock mendengarnya, belum lagi soal biaya. Saya masih pusing mau cari dari mana," ungkapnya lirih.

 

****

Selanjutnya, merespons keinginan mulia pembaca yang ingin mengulurkan tangan bagi sesama, Kompas.com membuka rekening untaian kasih untuk NESYA. Uluran tangan untuk Nesya dan keluarga bisa disalurkan melalui rekening:

PT KOMPAS CYBER MEDIA
BCA Cabang Gajah Mada Nomor Rekening: 012.3016.529
Mohon beri catatan: untuk Nesya

Pertanyaan lebih lanjut soal bantuan untuk NESYA silakan hubungi redaksi Kompas.com: 5350377/88 dengan LEONY

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau