Kesehatan mata

Mata Merah, Haruskah ke Dokter?

Kompas.com - 06/05/2010, 10:29 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com -  Banyak orang mengira penyakit mata merah akibat peradangan konjungtiva (Acute Hemorrhagic Conjunctivitis/AHC) terlalu ringan untuk dibawa ke dokter mata, sehingga cukup mengkonsumsi obat-obatan yang dijual bebas. Benarkah mata merah dapat diobati sendiri?

Dr. Florence Meilani Manurung, Sp.M, spesialis mata anak dari Jakarta Eye Center (JEC) mengatakan, keputusan mengobati sendiri mata merah boleh saja dilakukan oleh pasien  saat tahap awal. Namun apabila mata merah sudah diderita lebih dari 3 hari maka wajib diperiksa oleh dokter mata.  Hal ini dilakukan untuk menghindari infeksi lebih parah, mengingat mata merah adalah penyakit yang disebabkan oleh bakteri dan virus, serta mencegah kesalahan diagnosa dan pengobatan.   

"Sebab kebanyakan obat mata yang dijual bebas tidak mengandung antibiotik, padahal untuk mematikan kuman penyebab penyakit ini dibutuhkan serangan antibiotik," kata Florence.

Selain mengobati sendiri, ada juga yang memutuskan untuk meminta resep pada apoteker dengan acuan penyakit mata merah. Namun sayangnya, kata Florence, seorang apoteker tidak bisa mendiagnosa penyakit dengan tepat. Seandainya mata merah yang diidap adalah akibat glaukoma, bukan peradangan biasa, maka kemungkinan besar Anda salah mengkonsumsi obat.

"Dokter mata Anda tentu akan memeriksa dengan teliti penyebab mata merah tersebut untuk kemudian memberikan terapi obat tetes dan salep mata. Keduanya tentu dengan kadar antibiotik yang sudah diperhitungkan. Obat minum antibiotik sendiri sangat jarang diberikan pada peradangan konjungtiva atau AHC," paparnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau