Kesehatan mata

Agar Tak Tertular Mata Merah

Kompas.com - 06/05/2010, 10:46 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Walaupun termasuk penyakit ringan,  mata merah (Acute Hemorrhagic Conjunctivitis/AHC) tak bisa dianggap sepele. Mata merah tidak akan menular melalui tatapan. Oleh karena itu pemakaian kacamata hitam saat sedang menderita mata merah sebenarnya tidak produktif. 

Penyakit ini justru menular melalui sentuhan. Misalnya, penderita mengucek mata dengan tangannya, lalu memegang benda lain dan memaparkan kuman yang hidup, kemudian orang berikutnya memegang benda yang sama dan tidak mencuci tangan, hingga kemudian memegang matanya sendiri dan tertular.

Agar Anda terhindar dari penularan penyakit mata merah,  berikut adalah kiat yang diberikan Jakarta Eye Center (JEC)

Untuk non penderita yang berada dalam lingkungan yang sama dengan pengidap AHC

1.    Jaga kebugaran tubuh, karena penyakit ini seperti flu; sangat mudah menyerang penderita yang sedang dalam kondisi tidak fit.

2.    Cuci tangan dengan bersih. Anda bisa saja harus meneteskan obat mata pada anak Anda yang sedang mengalami mata merah, atau merangkul lengan anak Anda ketika dia baru saja menempelkan tangannya yang terpapar kuman setelah selesai mengucek mata yang gatal, atau bahkan memegang pipi anak Anda saat menyusui bayi Anda yang terkena mata merah. Cuci tangan akan memutus rantai hidup kuman ini.

3.    Udara AC dalam ruangan tertutup tidak menularkan mata merah. Karena itu tidak perlu menggunakan kacamata tambahan apabila ada orang-orang dekat Anda yang terkena mata merah. Sentuhan jauh lebih berbahaya.

4. Jika mata merah menyerang Anda tidak perlu panik. Anda cukup berhati-hati bersentuhan dengan si penderita dan periksakan diri ke dokter mata jika sudah terjadi lebih dari 3 (tiga) hari.

Untuk penderita AHC
1.    Jangan gunakan handuk, bantal, alat mandi, alat tulis atau mainan yang sama dengan penderita mata merah.

2.    Jika Anda terserang AHC pada kedua mata dan ingin mengompres mata Anda dengan air hangat untuk menguasai rasa gatalnya, sediakan 2 (dua) handuk dan 2 (dua) baskom yang berbeda. Mengapa? Agar kuman dari mata tidak berpindah-pindah antara kedua mata.

3.    Jika Anda menggunakan tisu untuk melap mata merah Anda, segera buang tisu tersebut agar kumannya tidak terpapar di meja yang mungkin akan dipegang oleh orang lain.

4.    Banyak istirahat. Ketika host semakin sehat, maka kuman akan semakin cepat mati karena dilawan oleh sistem kekebalan tubuh dan reaksi obat. Memaksakan diri bekerja saat sedang terkena AHC sama dengan membiarkan penyakit ini sembuh lebih lama.

5.    Sebaiknya jangan gunakan make up apabila Anda terkena AHC, agar tidak memperburuk peradangan.

6.    Ketika beristirahat di rumah, jangan paksakan mata Anda untuk beraktivitas berat seperti main game atau melanjutkan pekerjaan kantor di laptop.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau