Smi mundur

SMI Pergi, Biaya Obligasi Melonjak

Kompas.com - 06/05/2010, 11:45 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Biaya atas kepergian Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati ke Washington untuk menjadi Direktur Pelaksana Bank Dunia mulai kelihatan dengan naiknya imbal hasil obligasi negara sekitar 30 basis poin atau 0,3 persen hanya dalam setengah hari. Padahal, dalam kondisi normal, kenaikan imbal hasil sekitar 5 basis poin dalam sehari  sudah dapat membuat pengelola surat utang di Kementerian Keuangan bersikap waspada.

"Saya kira mungkin ada kaitannya dengan rencana Ibu Menteri ke Bank Dunia. Karena dalam situasi normal, kami sudah menganggap tinggi dengan kenaikan lima basis poin," ungkap Direktur Jenderal Pengelola Utang Rahmat Waluyanto di Jakarta, Kamis (6/5/2010).

Menurut Rahmat, imbal hasil surat utang negara yang jatuh tempo 10 tahun kemarin  ada di level 8,5 persen. Kemudian pada penutupan Rabu sempat mencapai 8,7 persen. Lalu pergerakan imbal hasil sepanjang pagi hari Kamis ini sempat melampaui 9 persen.

"Meski demikian, tidak akan ada masalah dengan pemenuhan target penerbitan obligasi negara yang ditetapkan Rp 107 triliun. Meskipun ada kemungkinan imbal hasil yang diperoleh lebih tinggi," ungkapnya.

Khusus untuk pasar obligasi internasional, posisi credit default wwap (CDS) atau tingkat risiko gagal bayar juga dilaporkan melonjak dari 150 basis poin pada pekan depan menjadi 200-206 basis poin kemarin. Ini menunjukkan persepsi pelaku pasar modal di dunia yang menilai ada kenaikan risiko gagal bayar di Indonesia.

"Ibu Menteri adalah ikon di pasar obligasi internasional. Kalau Ibu pergi, pelaku pasar akan menantikan ikon baru nanti," ungkap Rahmat.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau