JAKARTA, KOMPAS.com — Perawatan sakit kelainan jantung yang diderita Nesya Winda Azahra membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Nesya, bayi mungil berusia enam bulan yang mengidap kebocoran jantung ini, menghabiskan paling sedikit Rp 2,2 juta sehari untuk perawatannya di ICU Jantung Anak RS Harapan Kita, Slipi, Jakarta Barat.
Nominal itu pun baru untuk biaya kamar perawatannya saja. "Belum dengan yang lain-lain," kata Nofriyanti, ibunda Nesya, di ruang tunggu keluarga RS Harapan Kita, Slipi, Jakarta Barat, Rabu (6/5/2010) kemarin.
Nesya, balita putri pasangan Kris Newin dan Nofriyanti, didiagnosis menderita kebocoran jantung sejak lahir. Hingga kini berusia enam bulan, kondisi fisik Nesya tampak sangat memprihatinkan. Nesya sempat mengalami kritis dan tak sadarkan diri sebelum akhirnya dilarikan ke RS Harapan Kita.
Kris mengatakan, biaya perawatan untuk Nesya terbilang besar dan berada di luar jangkauannya. Kris, yang hanya merupakan pegawai notariat rendahan, cuma mampu membiayai kebutuhan sehari-sehari. "Kalau untuk yang namanya musibah seperti ini, ya saya terus terang masih shock dan bingung," tuturnya.
Setelah selama sepekan dirawat di ICU Jantung Anak RS Harapan Kita sejak 29 April lalu, kata Edwin, total biaya perawatan untuk Nesya mencapai tak kurang dari Rp 20 juta. "Itu biaya kamar dan perawatan karena Nesya butuh banyak peralatan, seperti oksigen, ventilator, dan lainnya. Belum lagi dengan biaya obat-obatan yang harus kami tanggung sendiri," kata Kris.
Sejak dirawat di RS Harapan Kita, Kris mangatakan, tim dokter belum berani mengambil tindakan medis berupa operasi untuk penanganan kebocoran jantung Nesya.
Menurut dokter, kata Kris, saat ini mereka masih memfokuskan pemulihan kondisi umum Nesya yang sempat mengalami kritis. "Mungkin setelah fisiknya stabil setelah beberapa bulan, nanti baru dipertimbangkan tindakan selanjutnya. Tapi, kata dokter, Nesya pasti butuh dioperasi," ujarnya.
Kris mengaku masih bingung mengenai rencana operasi tersebut. Pasalnya, untuk biaya perawatan sehari-hari Nesya saja, ia masih berkekurangan. "Kalau nanti dioperasi, itu butuh tiga tahap atau tiga kali operasi, tiap operasi biayanya minimal Rp 60 juta," ungkapnya.
Kekurangan biaya ini pun coba disiasati Kris dengan mengajukan kartu kesehatan keluarga miskin (Gakin) ke Suku Dinas Kesehatan Pemprov DKI Jakarta. Setelah proses negoisasi dan survei, Kris mendapatkan sejumlah bantuan keringanan biaya untuk Nesya. "Untuk biaya selanjutnya ya alhamdulillah dapat bantuan 50 persen biaya berobat. Sisanya saya masih harus ke sana kemari. Enggak tahu juga dapat dari mana lagi," imbuhnya.
****
Selanjutnya, merespons keinginan mulia pembaca yang ingin mengulurkan tangan bagi sesama, Kompas.com membuka rekening untaian kasih untuk NESYA. Uluran tangan untuk Nesya dan keluarga bisa disalurkan melalui rekening:
PT KOMPAS CYBER MEDIA
BCA Cabang Gajah Mada Nomor Rekening: 012.3016.529
Mohon beri catatan: untuk Nesya
Pertanyaan lebih lanjut soal bantuan untuk NESYA silakan hubungi redaksi Kompas.com: 5350377/88 dengan LEONY
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang