JAKARTA, KOMPAS.com — Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menginginkan reformasi birokrasi di Kementerian Keuangan terus dilanjutkan meski dia tidak lagi menjadi pimpinan di institusi tersebut.
"Negara ini pantas untuk kita urus dengan baik agar prestasi ini tetap dipertahankan. Siapa pun pimpinan di Kemenkeu, reformasi (birokrasi) sudah menjadi arwah, aura, dan jiwa," katanya dalam sambutan di Kanwil Ditjen Pembendaharaan, Jakarta, Kamis (6/5/2010).
Sri Mulyani menyatakan, dia optimistis Kemenkeu dapat bersikap konsisten untuk meneruskan reformasi birokrasi, apalagi saat ini telah ada peta jalan atau roadmap yang jelas dan banyak jajaran pegawai yang memiliki kreativitas dan loyalitas tinggi.
"Kalau konsisten, lakukan untuk negeri ini. Jangan khawatir, sudah ada roadmap, banyak jajaran punya kreativitas dan loyalitas tinggi," kata Sri Mulyani yang mulai 1 Juni mendatang mulai bertugas di Bank Dunia.
Dia juga menyatakan kebanggaannya bahwa Indonesia dapat menjadi contoh yang baik dari pelaksanaan reformasi birokrasi dan berharap dapat menceritakan mengenai hal tersebut di tempat kerjanya yang baru nanti.
"Dalam kesempatan ini (saya) betul-betul mohon bantuan, jalankan terus apa yang sudah kita jalankan dengan baik, tampilkan yang baik, bantu saya menjadi bahan cerita yang baik di tempat baru," ujarnya.
Dengan menceritakan kondisi di Indonesia, Sri Mulyani mengharapkan dapat menunjukkan bahwa reformasi birokrasi merupakan realitas nyata, bukan hanya sekadar contoh kasus dalam sebuah buku.
"Nanti akan ada lebih 70 negara di bawah saya. Saya akan tetap bangga dan senang, Indonesia sebagai contoh reformasi (birokrasi), jadi (dapat) menunjukkan pada negara berkembang bahwa reformasi bukan kasus di teks book, itu realitas dan terjadi di negara kita ini, Indonesia," ujarnya.
Sri Mulyani, yang baru terpilih sebagai Direktur Pelaksana Bank Dunia, mengharapkan dapat bertemu lagi dengan para jajaran Kementerian Keuangan, tetapi dalam kapasitas yang lain.