Un ulangan

Di Depok, SMA 1 Jadi Pusat UN Ulang

Kompas.com - 06/05/2010, 17:18 WIB

DEPOK, KOMPAS.com — Kepala Dinas Pendidikan Kota Depok Farah Mulyati mengatakan bahwa pihaknya siap menyelenggarakan ujian nasional (UN) ulangan yang akan digelar 10-14 Mei 2010. Diharapkan, para siswa menyiapkan secara fisik dan mental untuk ujian ulangan tersebut.

"Kita juga memberikan motivasi kepada para siswa melalui guru BP," kata Farah di Depok, Kamis (6/5/2010).

Menurut dia, dengan mengikuti UN ulangan, para siswa dapat memperbaiki nilai mereka pada UN utama sebelumnya. Dia menjelaskan, dari empat mata pelajaran yang diujikan dalam UN, rata-rata siswa tidak lulus pada ujian mata pelajaran Bahasa Indonesia dan Matematika.

"Kelemahan siswa ada pada mata pelajaran Matematika dan Bahasa Indonesia," katanya.

Mengenai lokasi ujian ulangan, Disdik tetap bersandar pada peraturan, yakni bagi sekolah yang siswanya banyak tidak lulus atau lebih dari 20 siswa maka diperkenankan melakukan UN ulangan di sekolah-masing-masing. Namun, bila sekolah hanya memiliki tiga siswa yang ikut ujian susulan, para siswa tersebut akan ditempatkan di satu titik.

"Kemungkinan pusatnya bisa di SMU 1 Depok," katanya.

Farah menambahkan, tingkat kelulusan di Kota Depok secara total menurun sekitar 4 persen jika dibandingkan tahun sebelumnya. Tahun lalu, persentase kelulusan untuk SMA di Kota Depok mencapai 99,12 persen, dan saat ini mencapai 95,49 persen.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau