PURWOKERTO, KOMPAS.com — Mantan Kepala Badan Reserse dan Kriminal Polri, Komisaris Jenderal Polisi Susno Duadji, batal menghadiri Seminar Nasional Menguak Misteri Dalam Tubuh Penegak Hukum Indonesia di Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri Purwokerto, Kamis (6/5/2010).
Lewat telekonferensi melalui telepon seluler anggota Dewan Kehormatan Persatuan Wartawan Indonesia, Izharri Agus Jaya Moenza, Susno mengatakan bahwa agendanya menghadiri seminar itu tercium lebih dulu oleh pihak kepolisian. Akibatnya, dia dijadwalkan untuk diperiksa pada Kamis pagi terkait masalah kode etik kepolisian pasca-memberikan kesaksian di pengadilan terkait kasus pembunuhan Nasrudin Zulkarnaen, Direktur PT Putra Rajawali Banjaran.
"Mudah-mudahan kita bisa bertemu dalam acara serupa," katanya. Seminar ini tetap berjalan dengan dihadiri Ketua Presidium Indonesia Police Watch Netta S Pane dan Budayawan Banyumas, Ahmad Tohari, selain dihadiri oleh Izharri.
Susno akhirnya batal juga menghadiri pemanggilan Mabes Polri karena surat pemanggilannya dianggap tidak jelas. Sore harinya, didampingi tim pengacara, Susno menyatakan alasan tersebut.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang