Soal Penalti, Inggris Minder

Kompas.com - 07/05/2010, 07:38 WIB

LONDON, KOMPAS.com - Gelandang tim nasional (timnas) Inggris dan Chelsea, Frank Lampard, mengatakan, "Tiga Singa" memiliki rasa rendah diri dalam hal penalti di turnamen bergengsi. Menurutnya, itu adalah masalah penting yang harus dibenahi timnya sebelum berangkat ke Piala Dunia 2010 Afrika Selatan.

Rasa rendah diri itu terbentuk oleh pengalaman adu penalti yang selalu berujung kegagalan. Dalam 20 tahun terakhir, Inggris tersingkir dari lima turnamen besar akibat gagal dalam adu penalti, yaitu kalah dari Portugal pada Piala Eropa 2004 dan Piala Dunia 2006, kalah dari Jerman di Piala Dunia 1990 Italia dan di Piala Eropa 1996 Inggris, dan kalah dari Argentina, di Piala Dunia 1998 Perancis.

"Aku pikir, (kegagalan) itu sedikit menjadi masalah dalam pikiran. Tak masalah seberapa baik kami bermain dalam pertandingan, ketika itu berakhir kepada adu penalti, Anda berpikir, ' Sial, ini terjadi lagi'. Sekali Anda memiliki pemikiran seperti itu, sulit untuk mengatasinya," ungkap Lampard.

"Itu kenapa Jerman sangat bagus dalam hal itu. Mereka melakoni adu penalti dan mereka memiliki kepercayaan diri, sebuah arogansi yang aku pikir, mereka akan menang. Inggris membutuhkan kepercayaan diri seperti itu," lanjutnya.

Sementara itu, pelatih timnas Inggris, Fabio Capello akan memilih 30 pemain masuk skuad sementara untuk Piala Dunia 2010, Selasa mendatang dan akan terbang ke Australia untuk berlatih di dataran tinggi, sebelum menghadapi Meksiko, di Wembley, 24 Mei nanti. (SCN)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau