JAKARTA, KOMPAS.com — Sentimen negatif masih terus melingkupi Bursa Efek Indonesia. Saham-saham pada awal perdagangan Jumat (7/5/2010) pagi kembali terpuruk mengikuti anjloknya Wall Street dan bursa regional.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sesi pertama sampai pukul 09.54 sudah melorot 59,64 poin menjadi 2.750,98. Emiten-emiten dari sektor komoditas dan perbankan menjadi pemimpin keterpurukan indeks.
Pada perdagangan kemarin, setelah sempat anjlok, IHSG berhasil rebound pada sesi kedua meskipun masih ditutup di area negatif 1,25 persen. Menurut analis riset Panin Sekuritas, Purwoko Sartono, meredanya tekanan jual berkat rebound-nya bursa Eropa pada pembukaan kemarin sore.
"Di sisi lain terlihat berlanjutnya dana asing keluar, di mana investor asing masih membukukan net sell Rp 862 miliar. Pasar masih melakukan wait and see pascamundurnya Sri Mulyani dari jabatan Menkeu. Kami juga melihat nilai tukar rupiah masih cenderung melemah, imbal hasil obligasi negara serta CDS juga mengalami kenaikan. Untuk jangka pendek, indeks masih akan bergerak volatile dengan kecenderungan melemah," ujarnya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang