SMI ke Bank Dunia, Bukan Tanpa Desain

Kompas.com - 07/05/2010, 14:17 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Wakil Sekjen DPP Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Romahurmuziy (Rommy) mengatakan, ditunjuknya Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati sebagai salah satu Direktur Pelaksana Bank Dunia bukan tanpa desain. Menurutnya, Bank Dunia tak mungkin menarik pejabat negara yang tengah dibutuhkan suatu negara.

"Ibu Sri Mulyani ke Bank Dunia bukan tanpa desain. Tidak mungkin Bank Dunia menarik orang yang lagi cemerlang-cemerlangnya. Kalau kata Presiden salah satu menteri terbaik, kenapa dilepaskan? Kenapa kita memberikan contoh melepaskan orang-orang terbaik? Ini kontradiktif, hanya bagian dari resolusi konflik," ujar Rommy, Jumat (7/5/2010) di Gedung DPR, Jakarta.

Bersedianya Sri Mulyani menerima "pinangan" Bank Dunia, diduganya, merupakan inisiatif sendiri karena tak tahan dengan tekanan secara politik yang dialaminya sejak akhir tahun lalu. "Bu Sri Mulyani ini kan lama di Amerika Serikat dan kerja lama di sana. Kalau sekarang dia merasa tidak enjoy di sini, bisa saja melakukan komunikasi, ada posisi kosong apa enggak dan kemudian diformalkan. Tetapi, kita bisa memahamilah latar psikis beliau melakukan lobi-lobi karena sudah merasa tak enjoy dengan posisinya," kata Rommy.

Secara psikologis, dalam pusaran kasus Bank Century, Sri Mulyani juga dinilai merasa sendirian. "Dia dapat pembelaan yang terlambat. Seharusnya pemimpinnya yang memanggul tanggung jawab itu. Tetapi, pemimpinnya memilih berselancar di tengah gelombang yang tidak diketahuinya," kata Rommy.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau