Krisis air di jakarta

Netesnya Satu-satu, Begitu Lancar...

Kompas.com - 08/05/2010, 13:22 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Sejumlah wilayah di Jakarta mengalami krisis air. Pasokan air mati total selama berhari-hari. Warga pun mengeluh. Matinya air yang biasa dipasok dari Perusahaan Daerah Air Minum tak ada pemberitahuan. Aktivitas warga pun terhambat.

Setidaknya, keluhan itu disampaikan warga yang dijumpai Kompas.com, Sabtu (8/5/2010) di kawasan Jatinegara dan Cipinang, Jakarta Timur. "Iye, baru hari ini lancar. Kemarin-kemarin, mati idup, mati idup," kata Yati, warga Pedati.

Dia mengatakan, akibat mati air, anggota keluarganya harus menumpang ke rumah teman atau saudara yang tempat tinggalnya tak mengalami mati air.

"Enggak ada yang jual air jerikenan di sini. Kalau ada, saya juga ogah beli. Mahal. Paling untuk masak aja, pake air isi ulang. Kalau enggak, minta tetangga yang pakai Sanyo (pompa air)," ujarnya.

Keluhan yang sama juga datang dari Dewi, warga Cipinang Latihan, Jakarta Timur. Di wilayah Dewi lebih parah lagi. Sejak Selasa malam lalu, air mati total hingga Jumat malam. Air baru menyala tadi malam, itu pun tak lancar.

"Netesnya satu-satu. Begitu lancar pagi ini, malah kuning. Kesel juga. Untungnya saya pake pompa air, jadi masih ada cadangan. Cuma buat masak yang bingung," kata dia.

Para tetangga Dewi pun kebanyakan yang memilih mengungsi mandi ke rumah saudaranya. Untuk keperluan mencuci, mereka tak punya pilihan.

"Udah tiga hari ini, kagak ada yang ngejemur pakaian," kata Dewi lagi.

Untuk keperluan memasak, warga mengandalkan air galon isi ulang. "Yang penting jernih," ujarnya.

Warga berharap, pengelola air bersikap proaktif dengan memberitahukan pada warga jika memang ada gangguan pelayanan. Yang terjadi selama ini, tak pernah ada pemberitahuan jika akan mati air. Akibatnya, warga tak punya persediaan air sebagai langkah antisipasi.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau