JAKARTA, KOMPAS.com — Sejumlah wilayah di Jakarta mengalami krisis air. Pasokan air mati total selama berhari-hari. Warga pun mengeluh. Matinya air yang biasa dipasok dari Perusahaan Daerah Air Minum tak ada pemberitahuan. Aktivitas warga pun terhambat.
Setidaknya, keluhan itu disampaikan warga yang dijumpai Kompas.com, Sabtu (8/5/2010) di kawasan Jatinegara dan Cipinang, Jakarta Timur. "Iye, baru hari ini lancar. Kemarin-kemarin, mati idup, mati idup," kata Yati, warga Pedati.
Dia mengatakan, akibat mati air, anggota keluarganya harus menumpang ke rumah teman atau saudara yang tempat tinggalnya tak mengalami mati air.
"Enggak ada yang jual air jerikenan di sini. Kalau ada, saya juga ogah beli. Mahal. Paling untuk masak aja, pake air isi ulang. Kalau enggak, minta tetangga yang pakai Sanyo (pompa air)," ujarnya.
Keluhan yang sama juga datang dari Dewi, warga Cipinang Latihan, Jakarta Timur. Di wilayah Dewi lebih parah lagi. Sejak Selasa malam lalu, air mati total hingga Jumat malam. Air baru menyala tadi malam, itu pun tak lancar.
"Netesnya satu-satu. Begitu lancar pagi ini, malah kuning. Kesel juga. Untungnya saya pake pompa air, jadi masih ada cadangan. Cuma buat masak yang bingung," kata dia.
Para tetangga Dewi pun kebanyakan yang memilih mengungsi mandi ke rumah saudaranya. Untuk keperluan mencuci, mereka tak punya pilihan.
"Udah tiga hari ini, kagak ada yang ngejemur pakaian," kata Dewi lagi.
Untuk keperluan memasak, warga mengandalkan air galon isi ulang. "Yang penting jernih," ujarnya.
Warga berharap, pengelola air bersikap proaktif dengan memberitahukan pada warga jika memang ada gangguan pelayanan. Yang terjadi selama ini, tak pernah ada pemberitahuan jika akan mati air. Akibatnya, warga tak punya persediaan air sebagai langkah antisipasi.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang