NEW YORK, KOMPAS.com - Hampir sepanjang minggu ini, bursa saham Amerika yang menjadi salah satu barometer utama perdagangan saham dunia, memasuki masa kelam akibat kepanikan investor terhadap stabilitas ekonomi di zona Euro.
Indikator ekonomi positif yang diwartakan pada Senin (3/5/2010), tidak digubris pasar. Yakni ketika program dana talangan untuk Yunani dari International Monetary Fund dan Komisi Uni Eropa, disampaikan ke publik.
Berita baik dari data ekonomi Amerika, yang menunjukkan bahwa pengeluaran konsumen dalam bulan Maret menunjukkan peningkatan, juga tak dihiraukan. Termasuk, saat Maret lalu, manufaktur Amerika diberitakan tumbuh tercepat dalam rentang enam tahun terakhir.
Pada akhirnya, Dow Jones menutup pekan ini dengan turun 5,72 persen, the Nasdaq kehilangan 7,95 persen, dan Standard & Poors 500 turun 6,39 persen. Ini adalah minggu kedua berturut-turut, dimana the Dow ditutup turun. Dan, salah satu minggu penurunan indeks terburuk dalam sejarah Dow.
"Angin buruk berembus dari Eropa dan menyebar dengan sangat liar ke pasar dunia pada minggu ini. Sehingga, investor berupaya keras untuk menjauhi aset-aset dengan tingkat risiko tinggi," kata Brian Bethune dan Nigel Gaulth dari HIS Global Insight, Sabtu (8/5/2010).
Kali ini, kepanikan yang melanda bursa, nyaris tanpa peringatan. Pada titik terendahnya, the Dow jatuh 998,5 poin menuju angka 9.869,62. Meski kemudian berhasil mengembalikan posisinya di atas angka psikologis 10.000.
Saat ini, pasar sedang beristirahat di akhir pekan. Namun investor tak sepenuhnya tertidur , mereka tiap saat mengamati rapat IMF Executive Board yang digelar besok pagi. Agendanya adalah, untuk mengeluarkan pinjaman tahap pertama untuk Yunani.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang