MEDAN, KOMPAS.com - Pengunjung di plaza dan tempat umum lainnya di Medan berangsur pulih kembali setelah sempat sepi ditinggal warga yang berhamburan lari keluar gedung akibat gempa berkekuatan 7,2 SR yang terjadi di Aceh, Minggu (9/5/2010), sekitar pukul 12.59 WIB.
"Pengunjung perlahan kembali ramai setelah diakui sempat sepi karena lari ke luar gedung dan takut kembali masuk karena khawatir masih ada gempa," kata petugas bagian komersial Sun Plaza, Medan, Ang Fushen, di Medan, Minggu.
Ang Fushen menjelaskan tidak ada kerusakan atau "kecelakan" akibat gempa dan berlariannya pengunjung dan pekerja dari gedung itu. "Penjagaan ditingkatkan untuk menjaga hal-hal yang tidak diinginkan sekaligus untuk menenangkan pengunjung dan pekerja," katanya.
Pengamatan di sejumlah hotel di Medan, sejumlah tamu juga sudah kembali berangsur-angsur memasuki kamarnya kembali setelah berlarian akibat merasakan getaran gempa . "Tamu sudah tenang lagi dan tidak ada yang check out," kata karyawan di Hotel Grand Aston Medan yang enggan disebut identitasnya.
Sementara sejumlah warga mengaku masih merasa pusing karena goyangan gempa. "Masih ada rasa takut juga, tadi getarannya sangat terasa," kata pedagang di kawasan Jalan Raden Saleh, Medan, Hamzah.
BMKG mencatat gempa yang terjadi di kawasan Meulaboh, Aceh itu berkekuatan 7,2 SR dan berpotensi tsunami. Namun pada Mingu siang, status kemungkinan terjadinya tsunami telah dicabut BMKG. Gempa berpusat di 66 kilometer barat daya Meulaboh di kedalaman sekitar 30 kilometer.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang