Soal Pemukuan Suporter, SFC Bertanggung Jawab

Kompas.com - 09/05/2010, 20:33 WIB

PALEMBANG, KOMPAS.com - Manajemen Sriwijaya FC, PT Sriwijaya Optimis Mandiri bertanggung jawab atas kelakuan yang dinilai tidak terpuji yang dilakukan beberapa pemainnya dan dilaporkan telah melakukan pengeroyokan kepada anggota kelompok suporter Sriwijaya Mania Sumsel, di Palembang, Sabtu (8/5/2010) malam.

"Kami selaku menajemen bertanggung jawab atas kejadian ini dan menyatakan penyesalan yang sangat dalam kepada keluarga korban maupun masyarakat Sumsel yang kecewa atas kejadian ini," kata Manajer Sriwijaya FC (SFC), Hendri Zainuddin, dalam jumpa pers di Sekretariat SFC, di Palembang, Minggu (9/5/2010) sore.

Dalam jumpa pers tersebut, empat pemain yang dilaporkan telah melakukan pemukulan kepada suporter, yakni Charis Yulianto, Ambrizal, Cristian Warobay, dan Isnan Ali tidak kelihatan. Hendri berkilah, keempat pemain itu sedang memfokuskan diri untuk laga babak penyisihan Grup J Piala Indoneisia melawan Persisam Samarinda di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, Palembang, Senin (10/4/2010).

"Jujur, kami sedang dalam kondisi dilematis. Laga besok demikian penting untuk Sriwijaya FC. Jika kalah atau seri maka bisa-bisa gagal ke babak 8 besar. Yang kami butuhkan saat ini, bagaimana membuat tim tetap berada dalam situasi kondusif dan cooling down," ujar Hendri yang juga Direktur Teknik PT SOM ini.

Dia menyatakan, manajemen SFC telah mengambil langkah-langkah cepat menyikapi kejadian itu, dengan mengunjungi korban dan memberikan santunan, melakukan mediasi penyelesaian masalah, serta segera memberikan pernyataan permintaan maaf ke publik.

"Langkah penyelesaian masalah ini kami lakukan secara bertahap. Kami membutuhkan pengertian dari semua pihak, karena ada dua laga hidup-mati di depan mata, yakni di Piala Indonesia melawan Persisam, dan AFC Cup melawan Thai Port (Thailand) di babak 16 besar tanggal 12 Mei nanti," ujar dia.

Seperti diketahui, kans "Laskar Wong Kito" meraih gelar Liga Super sudah menguap seiring dengan defisit poin dengan tim-tim papan atas lainnya. Harapan pun ditumpukan pada ajang Piala Indonesia dan AFC Cup 2010.    

Didesak mengenai sanksi yang diberikan kepada keempat pemain itu, Hendri menyatakan, akan diputuskan setelah dua pertandingan penting tersebut usai.

"Kami berharap para pencinta SFC dapat bersabar, karena ada hal yang lebih penting yang memerlukan konsentrasi penuh dari pemain. Tapi, saya tegaskan ini bukan berarti kami menyepelekan atau bermaksud mengaburkan masalah ini," ujar dia pula. (ANT)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau