Kuliner

Bebek Asap yang Gurih dan Empuk

Kompas.com - 10/05/2010, 08:41 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Olahan daging bebek semakin marak mewarnai beberapa rumah makan. Bebek goreng atau bebek bakar sudah biasa ditemukan, namun apa yang disajikan Kedai H Arasi sedikit berbeda, yakni bebek asap.

Sajian ini cukup unik. Saat digigit daging bebek terasa gurih, empuk, dan lumer ketika berada di mulut. Muantap tenann!!!

Menurut Suprayitno, Manajer Kedai H Arasi, rumah makan milik kakaknya, H Arasi, menawarkan menu daging bebek dengan pengolahan berbeda dari daging bebek umumnya.

Sebelum dihidangkan, daging bebek dimasak memakai panci presto, setelah itu dilumuri bumbu di bagian atasnya. Lalu dipanggang sekitar lima menit di atas bara api yang tidak terlalu besar.

"Proses pengasapan tidak terlalu lama, karena daging bebek sudah kami presto. Meskipun proses pengasapan sebentar daging bebek sudah matang dan empuk," ujar Suprayitno belum lama ini.

Keistimewaan lain, selain proses pengolahan yang berbeda, juga terletak pada bumbu khusus hasil racikan sendiri. Bumbu hasil racikan sang pemilik, H Arasi ini, menjadi terasa sangat istimewa saat dilumurkan ke daging bebek. Untuk pengolahan selanjutnya diserahkan kepada karyawan yang jumlahnya sekitar 20 orang.

Kedai buka mulai pukul 11.00 hingga 21.00 WIB. Dalam sehari bisa menghabiskan sekitar 40 ekor bebek. Walaupun bebek asap menjadi menu utama, jangan khawatir bagi pengunjung yang ingin menikmati hidangan lain. Di kedai ini tersedia juga makanan tradisional Betawi yang tidak kalah lezatnya, seperti Soto Betawi atau Pindang Iga.

Masalah harga, tidak perlu merogoh saku dalam-dalam, karena cukup terjangkau. Anda dapat memesan berdasarkan ukuran mulai seperempat ekor atau setara satu potong seharga Rp 17.000.

Ukuran setengah ekor atau setara dua potong Rp 34.000. Jika ingin lebih puas lagi bisa memesan satu ekor Rp 68.000. Harga ini sesuai dengan kelezatan yang pengunjung peroleh.

Hidangan daging bebek asap akan terasa semakin lengkap dan lezat saat disantap bersama lalapan plus sambal petai. Sambal yang diatasnya ditaburi petai ini akan menggugah selera makan, dan tentunya membuat Anda ketagihan.

Untuk minuman, tersedia berbagai macam pilihan, mulai dari teh poci sampai aneka jus.

Suprayitno menuturkan, H Arasi sudah lama berkeinginan membuka usaha makanan yang unik, sejuk, dan berbeda dengan rumah makan lain. Tak aneh di kedai milik kakaknya itu dipenuhi interior dan pepohonan hijau yang menjadikan suasana sejuk.

Pengunjung pun akan dimanjakan oleh gemercik suara air yang mengalir ke sebuah kolam ikan kecil yang di dalamnya terdapat beraneka ikan hias.

"Kalau tempat makan lain biasanya hanya menampilkan ruangan besar dengan interior biasa saja. Di sini, kami tidak hanya menawarkan makanan enak, tapi juga lingkungan yang asri dan hijau," papar Suprayitno.

Hidangan makanan yang lebih tradisional memang sengaja dipilih H Arasi. Alasannya, menu tradisional saat ini jarang didapat disejumlah rumah makan. Kebanyakan rumah makan menawarkan makanan ala Eropa atau siap saji. (Vini Rizki Amelia)

Kedai H Arasi
Jalan Jeruk Raya 68
Lenteng Agung, Jakarta Selatan

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau