Waktu terbatas

Pilih Menkeu Baru, Presiden "Kepepet"

Kompas.com - 10/05/2010, 14:19 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Jangan salah sangka dulu. Judul di atas sama sekali bukan mau menggambarkan keterpojokan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam memilih pejabat baru pengganti Sri Mulyani Indrawati untuk mengisi posisi Menteri Keuangan di tengah gonjang-ganjing kehidupan politik di Tanah Air.

Menurut sebuah sumber Kompas di lingkungan Istana Presiden yang meminta namanya tidak disebutkan, Presiden tidak memiliki waktu yang panjang untuk menjatuhkan pilihan. Juga bukan karena per 1 Juni 2010 Sri Mulyani telah resmi menjalankan tugasnya sebagai Direktur Pelaksana Bank Dunia di Washington DC, Amerika Serikat, tetapi karena kesibukan Kepala Negara sepanjang bulan ini.

"Tanggal 17 Mei Presiden akan melakukan kunjungan kerja ke Singapura dan Malaysia. Sepulang dari kunjungan itu, Presiden mengikuti kongres Partai Demokrat di Bandung pada 21-23 Mei. Rasanya tidak mungkin jika Presiden mepet setelah kongres menentukan jabatan Menkeu," kata sumber itu beberapa saat lalu.

Ia mengatakan, besar kemungkinan Presiden akan menggunakan hari-hari dalam pekan ini untuk menuntaskan pilihan atas beberapa nama yang sudah ada di mejanya. Ada sejumlah nama yang kini menjadi kandidat kuat menduduki jabatan penting tersebut.

Sumber tersebut mengungkapkan, nama-nama calon menkeu itu adalah Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan sejak tahun 2004 Anggito Abimanyu, Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia Darmin Nasution, Direktur Utama Bank Mandiri Agus Martowardojo, dan Menteri PPN/Kepala Bappenas Armida Salsiah Alisjahbana, serta pengamat ekonomi Iwan Jaya Aziz.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau