Pengganti sri mulyani

SBY: Mau Tanya Pengganti Menkeu Ya?

Kompas.com - 10/05/2010, 15:38 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengeluarkan pernyataan spontan saat bertemu wartawan yang bertugas di lingkungan Istana Negara. Saat sedang menunggu kedatangan Chairman Soros Fund Management, George Soros, Senin (10/5/2010), Presiden, yang seakan sudah menebak keinginan wartawan, mengajukan pertanyaan yang memang ada di pikiran para wartawan.

"Mau tanya pengganti Ibu Ani (sapaan Sri Mulyani Indrawati) ya?" tanya Presiden kepada wartawan sambil mengumbar senyum lebar.

Presiden kemudian memberi isyarat kepada para wartawan yang beberapa di antaranya terlihat tidak sempat membalas sapaan Presiden. Dalam isyarat itu, Presiden menepukkan kedua tangannya ke saku baju dan celananya dengan cepat sambil terus mengumbar senyum kepada para pemburu berita.

Tak beberapa lama, Soros yang sudah berada di ruang tunggu masuk ke ruang Kantor Presiden. Soros dan rombongan disambut Presiden SBY setelah beberapa saat diabadikan oleh pewarta foto.

Beberapa menteri yang sudah menunggu ikut dalam pertemuan itu, termasuk Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan, serta Juru Bicara Kepresidenan Bidang Luar Negeri Dino Pati Jalal.
 
Beberapa pembantu Presiden yang juga ikut dalam pertemuan dengan George Soros, antara lain, Mensesneg Sudi Silalahi, Mensekab Dipo Alam, dan Menteri LH Gusti Muhammad Hatta.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau