Gary Beberkan Kronologi Pertengkaran

Kompas.com - 10/05/2010, 20:15 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Keributan antara pemain film dan sinetron Gary Iskak dan mantan kekasihnya, Ima Risma, diakui Gary berawal dari Ima melarangnya untuk memenuhi undangan salah satu stasiun televisi dan memintanya menyelesaikan masalah pengakuan anak yang dilahirkan Ima.

"Karena gue enggak diizinin sama dia. 'Bodoh amat, gue enggak peduli acaranya. Pokoknya, lo selesaikan dulu urusan lo sama gue'," beber Gary menirukan ucapan Ima, ketika ditemui di Sentra Pelayanan Kepolisian (SPK) Polda Metro Jaya, Jakarta, Senin (10/5/2010).

Mendengar larangan yang terucap dari mulut Ima, pria yang juga suami Rischa Novischa ini lantas menjawabnya dengan tak acuh. "Urusan apa, kalau lo mau datang ke sidang, datang aja. Tapi, gue enggak mau, karena itu enggak wajib buat gue, dan itu hak gue," tutur Gary menirukan jawabannya kepada Ima.

Tak sampai di situ, menurut Gary, emosi Ima lantas terbakar dan akhirnya ia berteriak-teriak di dalam rumah Gary sehingga para tetangga bisa mendengar keributan itu. Atas kejadian tersebut Gary mengaku malu. "Yang jelas, gue malu, karena dibikin malu sama dia dan dia sengaja ngomongnya, 'Biar semua tahu, biar lo rusak hidup lo'," masih tutur Gary menirukan umpatan Ima. "'Lho, maksud lo apa ngomong begitu? Apa yang lo mau sudah gue turutin, sudah gue tepatin. Terus, kenapa lo ngomong begini?'," sambung Gary mengulang kata-katanya membalas umpatan Ima.

Menurut Gary, mendengar jawabannya, Ima bukannya tenang. "Dia sih bodo amat, ngoceh mulu. Memang, dia aja selalu begitu, selalu aneh," ujar Gary, yang akhirnya tidak bisa menghindari keributan yang berlanjut dengan dugaan tindak kekerasan.

Lebih jauh, Gary mengaku kecewa atas perbuatan Ima, yang juga acap kali seperti itu. "Ini sudah banyak sekali, sudah lebih dari lima kali bahkan. Karena gue sudah capek, akhirnya ya sudahlah laporin saja," kata Gary lagi. (FAN)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau