Tapak Manusia Purba Ditemukan

Kompas.com - 11/05/2010, 01:34 WIB

PAGARALAM, SUMSEL, KOMPAS.com--Batu megalit berupa tapak kaki manusia purba ditemukan di Sungai Indikat, Dusun Talang Kubangan, Kelurahan Kancediwe, Kecamatan Dempo Selatan, Kota Pagaralam, Sumatera Selatan.

Pengamatan di lokasi penemuan itu, Minggu, menunjukkan batu megalit berada di  atas permukaan batu di  tengah alur sungai. Batu ini ditemukan warga setempat saat memancing di sungai tersebut.

Lokasi megalit ini berjarak sekitar tiga kilometer dari tempat  penemuan megalit tapak kaki manusia purba bertulis hurup Ulu di kebun kopi milik Manto.

Posisi batu tersebut berada di sungai berjarak sekitar 25 km dari Kota Pagaralam. Di permukaan batu hanya ada ukiran tapak kaki manusia berukuran cukup besar lebar 15 cm dan panjang 40 cm.

Guratan bentuk tapak kaki tersebut cukup dalam sekitar 3 cm, sehingga dapat terlihat dengan jelas meskipun dari jarak sekitar 4 meter.

Posisi tapak batu itu sulit dijangkau, karena berada di dalam sungai berarus cukup deras.

"Batu yang terdapat tapak manusia cukup besar ini berukuran panjang 3 meter lebar 5 cm, lokasi ditemukan di Sungai Indikat perbatasan Dusun Talang Kubangan, Kelurahan Lubuk Buntak, Kecamatan Dempo Selatan dengan daerah Kabupaten Lahat, berjarak 4 km dari Dusun Talangkubangan," kata penemu batu megalit, Manto.

Ia menyatakan, daerah itu cukup banyak bebatuan ukuran besar, tapi yang merupakan peninggalan nenek moyang masyarakat Besemah hanya ada beberapa telah berhasil ditemukan, seperti gua, ranjang batu, megalit tapak batu dan masih ada gua lainnya.

"Kami secara tidak sengaja menemukan batu terlihat ada guratan telapak manusia purba, pada saat memancing," kata dia lagi.

Temuan batu-batu kuno itu, oleh warga biasanta saat membersihkan kebun kopi dan mengembara dalam hutan di daerah ini.

Namun kemungkinan masih cukup banyak batu megalit atau peninggalan yang memiliki nilai sejah lainnya masih belum tergali, ujar dia lagi.

Dia mengatakan, diperkirakan batu megalit itu sudah berumur ribuan tahun, dengan kondisinya banyak sudah tidak utuh lagi, dan ada bagian sudah mulai terkikis, seperti tulisan juga sudah mulai memudar dan batu juga banyak retak.

Menurut dia, meskipun belum ada kepedulian pemerintah, tapi atas kesadaran warga setempat telah melakukan pembersihan sendiri di sekitar batu tersebut agar bisa terlihat dengan jelas bentuk dan ukuran yang sebenarnya.

Diperkirakan, bila digali lagi kemungkinan ada banyak macam tulisan atau guratan lainnya. Apalagi, selama ini memang Kota Pagaralam cukup banyak menyimpan temuan megalit peninggalan zaman dahulu, namun pemeliharaanya masih belum dilakukan secara baik.

Peneliti Balai Arkeologi Palembang, Kristantina Indriastuti, megatakan, apa pun bentuk penemuan itu masih perlu dibuktikan secara ilmiah melalui penelitian lebih lanjut, terutama untuk mengetahui seluk beluk batu megalit yang terdapat tapak kaki manusia purba dan tulisan diperkirakan huruf Ulu tersebut.

"Demikian juga dengan penemuan gua dan ranjang batu masih perlu pembuktian secara ilmiah melalui penelitian dan bukti lainnya, seperti sisa-sisa arang, subsistensi makanan, aktivitas penguburan, aktivitas perbengkelan, pembuatan alat batu, dan peralatan manusia berupa alat-alat dari zaman lithic," ujar dia pula.

Temuan lain, termasuk peralatan berupa kapak-kapak batu, serpih, serut dan benda-benda lainnya perlu diteliti lebih mendalam.

Kristantina menegaskan, sudah mengagendakan tahun 2011 penelitian Balai Arkeologi di daerah Pagaralam.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau