NEW YORK, KOMPAS.com - Harga minyak rebound (berbalik naik) pada Senin (10/5/2010) waktu setempat setelah rencana penyelamatan Uni Eropa-Dana Moneter Internasional satu triliun dollar AS meredakan kekhawatiran pasar atas krisis utang Eropa.
Kontrak utama New York, minyak mentah light sweet untuk pengiriman Juni, melompat 1,69 dollar AS menjadi 76,80 dollar AS per barrel.
Minyak mentah Brent North Sea, London, untuk penyerahan Juni melonjak 1,85 dollar AS menjadi 80,12 dollar AS.
"Langkah tajam kenaikan di pasar minyak sebagai jawaban atas berita akhir pekan bahwa ECB dan menteri keuangan zona euro telah menyetujui tambahan ... dana darurat," analis di bank JPMorgan Chase mengatakan dalam laporan.
"Respon kebijakan ini adalah ekspektasi terhadap stabilitas pasar yang telah bergolak oleh ancaman penularan dari krisis pendanaan pemerintah Yunani," kata mereka.
Investor bereaksi positif terhadap kesepakatan paket bantuan Uni Eropa dan Dana Moneter Internasional senilai 750 miliar euro (satu triliun dollar AS) pada Senin pagi untuk menyelesaikan krisis utang dan defisit anggaran di Eropa.
Menyusul pengumuman itu, Federal Reserve AS, Bank Sentral Eropa (ECB) dan bank sentral di Jepang, Inggris, Kanada dan Swiss menyatakan bahwa mereka akan campur tangan untuk memastikan bahwa kekurangan dollar AS tidak terjadi di pasar Eropa.
"Minyak rally tajam karena keyakinan kembali bahwa pemulihan ekonomi global dapat terus," kata Chris Hossain, senior manajer penjualan di ODL Securities, dalam catatan kepada kliennya.
Sedangkan para pelaku pasar minyak percaya paket darurat mungkin
cukup untuk mengatasi risiko utang dan mempertahankan pertumbuhan ekonomi di kawasan, itu tergantung pada "persyaratan konstitusional nasional," Mike Fitzpatrick, wakil presiden MF Global memperingatkan.
Karena itu, "masih mungkin secara politik tidak bisa dipertahankan, khususnya mengingat ketegangan deflasi negara-negara boros niscaya akan memerlukan rangkulan," katanya.
Minyak telah melorot lebih dari 10 persen minggu lalu karena pasar diguncang oleh dollar AS yang lebih kuat, kemerosotan pasar saham dan ketakutan penyakit menular tentang Yunani.
Namun, harga rebound tajam pada Senin karena euro pulih didukung paket penyelamatan finansial besar-besaran Uni Eropa. Yang membuat mata uang dolar lebih murah bagi pemegang mata uang tunggal meningkatkan permintaan minyak mentah.
Mata uang tunggal Eropa melompat di atas 1,30 dollar AS dari 1,2755 dollar AS pada Jumat tapi menyusut kembali menjadi sekitar 1,29 dollar AS.
Pekan lalu, minyak mentah New York jatuh dari puncak tertinggi 19-bulan 87,15 dollar AS yang tercapai pada 3 Mei di tengah kekhawatiran bahwa krisis di Eropa dapat mengancam pemulihan ekonomi global.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang