Perbankan

BI: Sudah Tidak Ada Lagi Pembobolan ATM

Kompas.com - 11/05/2010, 15:45 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Tingkat kejahatan pembobolan kartu debit di Tanah Air sudah mulai mereda. Bank Indonesia mengungkapkan, selama April 2010, tidak ada satu pun laporan pembobolan kartu debit yang tercatat masuk.

"Sudah tidak ada lagi. Istilahnya sekarang sudah zero fraud," kata Kepala Biro Pengembangan dan Kebijakan Sistem Pembayaran BI Aribowo di Jakarta, Selasa (11/5/2010).

Terakhir, BI mencatat ada pembobolan kartu debit yang nilainya mencapai Rp 8 miliar hingga akhir Maret 2010. Aribowo menuturkan, mulai redanya kasus pembobolan kartu debit ini merupakan buah dari langkah bank yang terus meningkatkan edukasi kepada nasabahnya. "Penggantian PIN dan pemasangan CCTV cukup meredakan kasus pembobolan," katanya.

Tak hanya kartu debit yang zero fraud, sejauh ini pun belum ada laporan kasus pembobolan kartu kredit yang masuk ke BI. Meski di dua jenis kartu pembayaran yang paling ngetop itu sudah sepi kejahatan, BI mencurigai bahwa para penjahat transaksi keuangan saat ini boleh jadi beralih menggarap celah di transaksi online alias internet banking.

"Kami coba antisipasi fraud (mungkin) beralih ke online transaction. BI belum ada datanya, tapi bisa saja beralih ke sana," kata Aribowo.

BI layak khawatir. Pasalnya, sejauh ini otoritas perbankan tersebut tidak pernah secara detail mengatur dan mengawasi transaksi masyarakat di internet banking. Pengaturan dan pengawasan internet banking sejauh ini diserahkan kepada tiap-tiap bank. "Kami sedang kaji untuk pengaturan yang lebih detail, dengan mengkaji terlebih dulu potensi fraud yang terjadi di internet banking," ujarnya. (Ruisa Khoiriyah/Kontan)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau