Peringatan tragedi mei 1998

13 Mei, Dilarang Unjuk Rasa

Kompas.com - 11/05/2010, 15:50 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Berhubung tanggal 13 Mei lusa adalah hari libur nasional, polisi mengimbau agar waktu peringatan Tragedi Mei 1998 diubah menjadi sebelum atau sesudah tanggal 13. Saran itu datang dari juru bicara Polda Metro Jaya Komisaris Besar Boy Rafli Amar yang ditemui Selasa (11/5/2010) di kantornya.

Boy memastikan, polisi tak akan mengizinkan kegiatan demo atau aksi lain yang diadakan pada 13 Mei. Keputusan itu mengacu kepada isi Undang-Undang Nomor 9 Tahun 1998 tentang Menyampaikan Pendapat di Muka Umum. Pasal 9 undang-undang itu mengatur bahwa unjuk rasa tidak boleh dilakukan saat hari raya nasional. Pada Kamis (13/5/2010) adalah hari libur nasional memperingati Hari Raya Kenaikan Isa Almasih.

Sampai Selasa siang tadi, polisi belum menerima surat pemberitahuan dari mereka yang akan beraksi, tetapi polisi tetap menyiapkan diri berjaga di tempat sasaran aksi dan kampus-kampus.

Menurut Boy, penyelenggara aksi harus mengantungi surat tanda terima pemberitahuan untuk beraksi. "Kami juga harus mendapat gambaran berapa peserta aksi, alat peraga yang akan digunakan, dan waktu aksi untuk menyesuaikan dengan penjagaan," katanya.

Tragedi Mei 1998 adalah peristiwa bersejarah. Ribuan mahasiswa turun ke jalan berdemonstrasi menuntut Presiden Soeharto meletakkan jabatannya. Dalam bulan itu terjadi peristiwa penembakan atas empat mahasiswa Universitas Trisakti Jakarta oleh polisi pada tanggal 12 Mei. Empat mahasiswa yang saat ditembak sedang berada di kampusnya itu meninggal dunia.

Esok harinya, 13 Mei, terjadi kerusuhan besar-besaran yang memunculkan tindak pelecehan seksual dan pemerkosaan para warga Indonesia keturunan Tionghoa dan penjarahan supermarket, toko, dan rumah warga. Setiap tahun para aktivis kemanusiaan dan mahasiswa memperingatinya dengan unjuk rasa dan mengadakan malam renungan di Tugu Proklamasi, Bundaran Hotel Indonesia, serta di Kampus Universitas Trisakti dan Atmajaya Jakarta.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau