Susno di sel baru

Susno-Istri 'Cipika-Cipiki' di Depan Bui

Kompas.com - 11/05/2010, 22:43 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Penahanan mantan Kabareskrim Komjen Susno Duadji tak membuat sang istri, Herawati, harus terus bersedih. Sehari setelah suaminya ditangkap Polri, Herawati berjuang keras agar suaminya dibebaskan.

Herawati didampingi kedua putrinya, Indira Tantri dan Diliana Ermaningtias, serta kuasa hukum Husni Maderi, mendatangi Istana Negara, Selasa (11/5/2010), untuk mengirimkan surat kepada Ibu Negara Ani Yudhoyono.

Sepulangnya, Herawati dkk menemui Susno yang ditahan di Mabes Polri. Bersama kedua putrinya, Herawati mendampingi Susno ke ruang tahanan Markas Komando Brigade Mobil Mabes Polri di Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat.

Di depan sel bui bernomor B-4, Susno dan Herawati tetap tampil mesra. Susno yang mengenakan batik coklat dan Herawati berbatik ungu terlihat bersalaman dan berciuman pipi kanan dan pipi kiri alias cipika-cipiki.

Itulah momen terakhir Herawati bertemu Susno malam ini, sebelum pulang lagi ke Puri Cinere bersama dua putrinya dan kuasa hukum Susno. (Yogi Gustaman)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau