Jaya Hartono Siap Dampingi Riedl

Kompas.com - 11/05/2010, 22:54 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Mantan pelatih Persib Bandung, Jaya Hartono, mengungkapkan bahwa dirinya bersedia, jika PSSI memintanya untuk menjadi asisten pelatih baru tim nasional (timnas) Indonesia, Alfred Riedl. Ia akan selalu siap membantu Riedl.

PSSI saat ini sedang mencari asisten bagi Riedl. Pelatih asal Austria itu kabarnya meminta tiga asisten, dan nama Jaya disebut-sebut sebagai salah satu kandidat kuat untuk menduduki posisi tersebut.

"Siapa pun yang ditunjuk oleh PSSI harus siap. Kita siap membantu jalannya program Riedl. Mudah-mudahan ia bisa membawa prestasi bagi timnas kita," kata Jaya di kantor PSSI, Selasa (11/5/2010).

Jaya sendiri saat ini sedang menganggur setelah mengundurkan diri dari Persib bulan lalu. Selain Jaya, nama lain yang disebut-sebut sebagai calon asisten Riedl adalah Hery Kiswanto, Fachri Husaini, Sutan Harhara, Ferryl Raymond Hattu, dan Danurwindo.

Pada akhirnya, Riedl-lah yang akan menentukan asistennya sendiri. Keputusan itu akan ia ambil selambat-lambatnya pada Selasa (18/5/2010).

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau