Giggs: MU Terlalu Kecanduan Rooney

Kompas.com - 12/05/2010, 02:20 WIB

MANCHESTER, KOMPAS.com — Gelandang Manchester United, Ryan Giggs, menilai timnya gagal menjuarai Liga Primer musim ini karena terlalu banyak bergantung kepada Wayne Rooney. Menurut Giggs, kondisi ini tidak ideal bagi sebuah tim seperti "Setan Merah".

Sebelum musim ini, Rooney cuma diplot menjadi pelayan Cristiano Ronaldo. Namun, begitu Ronaldo dan Carlos Tevez hengkang akhir musim lalu, ia diplot menjadi penyerang utama dan menjawab kepercayaan itu dengan konsisten dan tuntas.

Bila pada musim 2008-2009 ia cuma mengemas 12 gol dan tujuh assist dari 30 penampilan di Liga Primer, musim ini ia membukukan 26 gol dan tiga assist dari 32 penampilan.

Sayang, konsistensi Rooney goyah akibat cedera pada masa krusial menjelang akhir musim, tepatnya pada leg pertama perempat final Liga Champions melawan Bayern Muenchen, 30 Maret lalu. Saat itu, ia mengalami cedera pergelangan kaki dan disusul cedera pangkal paha, yang belum pulih total sampai sekarang, akibat kerap bermain dalam kondisi tidak bugar 100 persen.

Selama Rooney limbung, MU juga ikut-ikutan limbung. Memang, MU masih cukup konsisten mendulang tiga angka. Namun, sayangnya, itu tak terjadi dalam laga krusial, misalnya saat melawan Chelsea, 3 April silam. Saat itu, Rooney absen dan MU menyerah 1-2.

Satu kekalahan itu berujung kegagalan mempertahankan gelar juara Liga Primer. Mereka akhirnya berada di posisi kedua dengan 85 poin, atau cuma kalah satu angka dari Chelsea.

"Bila Anda harus mengatakan satu hal, Anda mungkin akan mengatakan kami tak bisa bergantung kepada Wayne musim depan seperti yang kami lakukan musim ini," ujar Giggs.

"Kami harus mencetak lebih banyak gol dari sisi lapangan berbeda dan dari pemain yang juga berbeda, sekalipun, sebagai tim, kami mencetak gol lebih banyak ketimbang musim lalu," ujarnya.

"Sangat disayangkan. Wayne mendapat cedera pada bagian paling penting musim ini karena kami bergantung pada golnya.  Melakoni sebagian kompetisi (bersama Rooney dan kemudian kehilangan dirinya, sebagian musim, dan kemudian ia masuk tim tanpa latihan yang memadai, bukanlah hal ideal," ujarnya.

Meski begitu, Giggs menolak mendesak Pelatih Sir Alex Ferguson untuk mendatangkan pemain baru berkelas tinggi. Menurut dia, skuad MU saat ini mampu berkompetisi musim depan asal bergiat meningkatkan performa.

"Namun, apakah manajer mendatangkan pemain baru atau tidak pada musim panas ini, pemain lain tahu bahwa kami harus mencetak gol lebih banyak. Apakah itu bek yang maju untuk (menyambut) sepak pojok atau gelandang yang menyontek bola. Kami semua harus lebih banyak berkontribusi," katanya. (DM)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau