”Saya tidak hanya tak akan mencuri, tetapi saya akan menangkap pelaku korupsi,” kata Noynoy (50), sapaan akrab Aquino, di Tarlac, dalam konferensi pers pertamanya sejak pemungutan suara hari Senin.
”Saya ingin memimpin dengan teladan. Kita bicara soal korupsi. Saya membuat janji publik: saya tidak akan pernah mencuri,” ujar Noynoy.
Janji itu, lanjut Noynoy, akan memberinya wewenang moral untuk membuat pihak lain mengikuti langkahnya. Ia juga menghendaki momentum yang dibangunnya berlanjut pada pemerintahan selanjutnya.
”Saat saya melihat dukungan dari rakyat di Ilocos Norte hingga ke Zamboanga, hal itu menyadarkan saya bahwa rakyat telah bangkit dan kehendak merekalah yang menang,” tutur Noynoy.
Dari 30,4 juta suara yang telah dihitung, Noynoy memperoleh 12,3 juta suara. Di tempat kedua adalah mantan Presiden Joseph Estrada yang mendapat 7,8 juta suara atau sekitar 25,5 persen suara, mengungguli Senator
Masih ada sekitar 7,6 juta suara yang masih dihitung. Partisipasi pemilih mencapai 75 persen dari 50,7 juta pemilih terdaftar.
Estrada menolak untuk mengaku kalah sampai semua suara dihitung dan Kongres Filipina secara resmi menyatakan pemenangnya. Meskipun demikian, Estrada menyatakan tidak berencana memprotes hasilnya.
Kandidat lainnya telah mengucapkan selamat kepada Noynoy. Sebanyak sembilan kandidat mengikuti pemilihan umum presiden. Selain memilih presiden, pemilihan umum pada 10 Mei juga memilih ribuan senator, anggota parlemen, gubernur, dan dewan kota.
Sepanjang kampanye, Noynoy mengusung platform antikorupsi dan berjanji mulai mengadili para pejabat korup dalam beberapa pekan setelah terpilih sebagai presiden. Ia juga berjanji akan memulihkan integritas Kongres dan lembaga yudisial.
Dalam wawancara dengan kantor berita AFP, kemarin, Noynoy mengatakan, dirinya bertekad untuk menjamin bahwa Presiden Arroyo diselidiki atas dugaan kecurangan dalam pemilihan umum tahun 2004. Dia menambahkan, meskipun dia tidak berhak menghakimi, Arroyo harus diselidiki soal panggilan telepon yang diduga dilakukan Arroyo kepada seorang anggota komisi pemilihan umum dalam pemilihan umum tahun 2004.
”Intinya adalah dugaan-dugaan manipulasi suara ini tidak pernah diselesaikan. Benarkah ada percakapan semacam itu? Kapan terjadinya? Dan, jika terjadi, siapa yang bertanggung jawab? Apa yang dibicarakan? Kelemahan apa dalam hukum kita yang dimanfaatkan?” papar Noynoy.
Arroyo diduga melakukan kecurangan dan terlibat dalam serangkaian skandal yang menuntun pada upaya kudeta terhadap dirinya. Dia berjanji akan menyerahkan kekuasaan secara mulus pada 30 Juni.
Tak hanya soal pemberantasan korupsi yang memikat rakyat Filipina untuk memberikan suara bagi Noynoy. Untuk menghemat pengeluaran negara, Noynoy berjanji akan menghindari perjalanan ke luar negeri dan memangkas kabinet. Defisit anggaran Filipina mencapai rekor 6,6 miliar dollar AS pada tahun ini.
Rakyat Filipina telah muak dengan sulitnya kehidupan mereka dan merindukan sosok yang jujur sebagai pemimpin mereka setelah sembilan tahun pemerintahan Arroyo yang sarat dengan skandal.
”Saya memilih dia (Noynoy) supaya hidup kami berubah. Ia bisa mengakhiri kesulitan hidup kami,” kata Lina Biazon, pedagang kaki lima di Makati, distrik finansial Filipina.
Di luar segala janji kampanye, tak bisa dimungkiri bahwa popularitas Noynoy berasal dari warisan kedua orangtuanya. Ayahnya, Benigno ”Ninoy” Aquino, adalah pemimpin oposisi yang dibunuh tahun 1983 semasa pemerintahan mendiang diktator Ferdinand Marcos. Ibunya, mendiang Presiden Corazon Aquino, memimpin gerakan rakyat menumbangkan Marcos pada tahun 1986.
Meninggalnya Cory Aquino pada bulan Agustus 2009 akibat kanker telah menumpahkan simpati bagi keluarga itu. Tak lama setelah sang ibu meninggal, Noynoy mengumumkan pencalonannya sebagai kandidat presiden.
Sebagai senator, kiprah dan prestasi Noynoy tak banyak terlihat. Hal itu memunculkan pertanyaan apakah ia mampu mewujudkan janji-janji kampanye untuk memberantas korupsi dan mengurangi defisit anggaran negara.
Mantan Menteri Pendidikan Filipina Florencio Abad mengatakan, Noynoy tidak akan bisa mengandalkan nama keluarganya saja. ”Itu artinya ia harus benar-benar menangani masalah korupsi dan orang-orang yang terlibat korupsi selama sembilan tahun ini,” katanya.
”Hal lain yang harus dilakukannya adalah menerjemahkan modal pemerintahan yang baik menjadi keuntungan langsung bagi rakyat, seperti untuk pendidikan, kesehatan, pangan, harga yang lebih murah, lapangan kerja, dan layanan dasar,” ujar Abad.
Analis politik Filipina, Ramon Casiple, mengatakan, setelah menjabat presiden, Noynoy harus memutuskan bagaimana dia bisa menjadikan keluarga-keluarga kaya yang telah lama memengaruhi politik Filipina sebagai ”tokoh antagonis”, sebagai bentuk reformasi pemerintahan.
”Dia beruntung karena mereka yang memberi dia kekuasaan tidak memiliki harapan besar kepadanya. Yang mereka inginkan hanya seseorang yang jujur dan bisa memerangi korupsi,” tutur Casiple.
Meskipun diwarnai kekacauan dan masalah teknis karena penggunaan mesin penghitungan suara untuk pertama kalinya, secara umum pemilu berjalan lancar. Hasilnya pun lebih cepat diketahui. Biasanya, dengan menggunakan penghitungan manual, hasil pemilihan umum baru diketahui beberapa pekan kemudian.
”Yang menakjubkan, kami memilih kemarin dan pagi ini kami telah punya presiden baru,” kata Raul Pangalangan, pakar hukum dari University of the Philipinnes, seperti dikutip situs jaringan berita setempat, ABS-CBN.
Akan tetapi, pemilihan umum masih diwarnai kekerasan dengan korban 16 orang tewas. Sebanyak 10 orang tewas pada hari pemungutan suara dan kemarin sebanyak enam orang kembali tewas akibat serangan kelompok gerilya.
Kemenangan pemilihan umum Filipina tahun ini tidak hanya dinikmati Noynoy. Keluarga Marcos juga menuai kemenangan besar dalam pemilihan umum tingkat parlemen dan provinsi.
Janda Marcos, Imelda, memenangi kursi di DPR Filipina (House of Representatives). Putranya, Ferdinand Marcos Jr, menuju kursi Senat dan putrinya, Imee, terpilih sebagai gubernur di Provinsi Ilocos Norte.
Arroyo, yang dilarang untuk maju kembali sebagai kandidat presiden, juga memenangi kursi DPR Filipina dengan lebih dari 90 persen suara dari daerah pemilihan asalnya di Provinsi Pampanga. Tak ketinggalan petinju populer Filipina, Manny Pacquiao, yang memenangi kursi DPR Provinsi Sarangani.(AP/AFP/REUTERS/FRO)