Yunani Minta Dana

Kompas.com - 12/05/2010, 04:19 WIB

ATHENa, Selasa - Yunani ingin segera meraih dana talangan dari Uni Eropa dan Dana Moneter Internasional. Masalahnya, pada 19 Mei mendatang ada utang obligasi Yunani yang jatuh tempo. Yunani meminta kucuran pertama 20 miliar euro agar tidak dinyatakan default (gagal bayar).

Dana sebesar 20 miliar euro itu merupakan pencairan tahap pertama dari paket dana talangan sebesar 110 miliar euro. Dari jumlah 20 miliar itu, sebesar 14,5 miliar euro berasal dari Uni Eropa dan 5,5 miliar euro dari IMF. ”Dana itu harus tersedia segera,” demikian salah satu sumber dari Departemen Keuangan Yunani di Athena, Selasa (11/5).

Yunani memerlukan kucuran segera agar dapat mengakses ke pasar uang, yang sempat menutup pintu, dengan cara para investor meminta tingkat suku bunga yang sangat tinggi sehingga Yunani kesulitan menjual surat utang. Dengan tingkat suku bunga tinggi, biaya utang menjadi sangat tinggi, padahal Yunani sudah mengalami kesulitan.

Krisis utang yang dialami Yunani telah menyebabkan protes besar, termasuk tiga kali pemogokan besar para pegawai negeri diiringi protes besar di jalan-jalan Yunani. Dua serikat pekerja utama Yunani juga tengah mempersiapkan aksi mogok kerja pada hari ini, Rabu.

Reformasi pensiun

Pemogokan dan protes terjadi karena warga telah menghadapi beberapa kejutan. ”Para pensiunan sudah mengalami tiga kali kejutan, yaitu pemangkasan uang pensiunan, kontribusi lebih tinggi untuk dana pensiunan, dan aturan lebih ketat atas pensiun,” ujar pendukung oposisi Eleftheros Typos.

”Kini warga perlu 40 tahun bekerja untuk biaya pensiunan selama 35 tahun,” demikian dituliskan harian sayap kiri Eleftherotypia.

Namun, surat kabar Rizospastis menuliskan, ”Ini merupakan jalan keluar untuk rakyat.”

”Aksi demonstrasi monumental dalam beberapa hari belakangan ini merupakan pertanda para pekerja tidak mempersiapkan diri untuk pengetatan tersebut,” ujar Menteri Tenaga Kerja Andreas Loverdos mengenai dua kali pemangkasan bonus tahunan yang didambakan para pegawai di Yunani.

Dalam presentasi mengenai reformasi, Loverdos mengatakan kepada kabinet bahwa sistem pensiun Yunani akan ambruk pada tahun 2015 jika tidak ada reformasi sekarang ini. Dalam sistem baru, ada pemangkasan atas tunjangan pensiunan.

Yunani harus menekan pengeluaran karena aktivitas perekonomian yang anjlok, ditambah beban pembayaran utang. Namun, IMF mengatakan, pemberian dana talangan hanya bisa menenangkan pasar untuk sementara waktu. Risiko ke depan masih sangat besar.(AFP/joe)

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau