Dana sebesar 20 miliar euro itu merupakan pencairan tahap pertama dari paket dana talangan sebesar 110 miliar euro. Dari jumlah 20 miliar itu, sebesar 14,5 miliar euro berasal dari Uni Eropa dan 5,5 miliar euro dari IMF. ”Dana itu harus tersedia segera,” demikian salah satu sumber dari Departemen Keuangan Yunani di Athena, Selasa (11/5).
Yunani memerlukan kucuran segera agar dapat mengakses ke pasar uang, yang sempat menutup pintu, dengan cara para investor meminta tingkat suku bunga yang sangat tinggi sehingga Yunani kesulitan menjual surat utang. Dengan tingkat suku bunga tinggi, biaya utang menjadi sangat tinggi, padahal Yunani sudah mengalami kesulitan.
Krisis utang yang dialami Yunani telah menyebabkan protes besar, termasuk tiga kali pemogokan besar para pegawai negeri diiringi protes besar di jalan-jalan Yunani. Dua serikat pekerja utama Yunani juga tengah mempersiapkan aksi mogok kerja pada hari ini, Rabu.
Pemogokan dan protes terjadi karena warga telah menghadapi beberapa kejutan. ”Para pensiunan sudah mengalami tiga kali kejutan, yaitu pemangkasan uang pensiunan, kontribusi lebih tinggi untuk dana pensiunan, dan aturan lebih ketat atas pensiun,” ujar pendukung oposisi Eleftheros Typos.
”Kini warga perlu 40 tahun bekerja untuk biaya pensiunan selama 35 tahun,” demikian dituliskan harian sayap kiri Eleftherotypia.
Namun, surat kabar Rizospastis menuliskan, ”Ini merupakan jalan keluar untuk rakyat.”
”Aksi demonstrasi monumental dalam beberapa hari belakangan ini merupakan pertanda para pekerja tidak mempersiapkan diri untuk pengetatan tersebut,” ujar Menteri Tenaga Kerja Andreas Loverdos mengenai dua kali pemangkasan bonus tahunan yang didambakan para pegawai di Yunani.
Dalam presentasi mengenai reformasi, Loverdos mengatakan kepada kabinet bahwa sistem pensiun Yunani akan ambruk pada tahun 2015 jika tidak ada reformasi sekarang ini. Dalam sistem baru, ada pemangkasan atas tunjangan pensiunan.
Yunani harus menekan pengeluaran karena aktivitas perekonomian yang anjlok, ditambah beban pembayaran utang. Namun, IMF mengatakan, pemberian dana talangan hanya