Tabung Gas Asli Ada Lambang Pertamina

Kompas.com - 12/05/2010, 13:24 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — PT Pertamina menjamin tabung gas bersubsidi yang diproduksi dan diedarkan dalam sistem distribusi resmi berkualitas baik. Setiap tabung yang diproduksi dan diedarkan memiliki standar pengawasan khusus. Oleh karena itu, menanggapi sejumlah kasus tabung palsu yang beredar, juru bicara Pertamina, Basuki Trikora Putra, mempertanyakan titik lemah yang memungkinkan terjadinya penyalahgunaan atau pemalsuan.

"Itu kasus-kasus tabung tersebut siapa yang menemukan? Pengecer, kan? Jangan geser tanggung jawabnya ke Pertamina terus dong. Intinya, tabung yang dikeluarkan Pertamina sudah memenuhi standar nasional," tuturnya ketika dihubungi Kompas.com, Rabu (12/5/2010) siang.

Basuki menegaskan, tabung gas asli yang diproduksi Pertamina memiliki lambang Pertamina, tanda diproduksi oleh Pertamina, dan tanda identifikasi berupa kode produk yang hanya diketahui oleh Pertamina. Produk tabung yang tidak baik sudah tentu tidak akan dilepas ke pasar.

"Kalau memang ada dugaan dan bisa ditemukan yang palsu-palsu, kami bahagia sekali. Ini sinergi. Karena tentunya kalau palsu berpotensi akan berbahaya bagi siapa pun," ujarnya. Saat ini, lanjut Basuki, sudah ada tim internal Pertamina yang turun ke lapangan mengawasi jalannya distribusi tabung gas, tetapi belum menyentuh persoalan tabung gas palsu.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau