Tragedi 12 mei

Mahasiswa Trisakti Demo di Komnas HAM

Kompas.com - 12/05/2010, 14:31 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com Ratusan mahasiswa Universitas Trisakti, Rabu (12/5/2010), mendatangi Gedung Komnas Hak Asasi Manusia, Jakarta. Mereka menuntut pengusutan tuntas Tragedi Trisakti. Ratusan mahasiswa tersebut tiba dengan menggunakan lima bus dan membawa spanduk bertuliskan "Tragedi penembakan Trisakti merupakan pelanggaran HAM berat".

Selain membawa spanduk dan bendera, mereka menggelar aksi teatrikal berupa tari-tarian dengan tujuan mengingatkan masyarakat dan penegak hukum terhadap peristiwa penembakan mahasiswa Trisaksi pada Mei 1998.

"Tuntutannya, tuntaskan masalah, mendapat klarifikasi kenapa sempat ditutup kasus ini karena katanya kasus ini bukan pelanggaran berat. Tapi kami ingin memperjuangkan kalau ini kasus berat," ujar koordinator aksi, Dani, di Komnas HAM.

Para mahasiswa tersebut menuntut agar kasus penembakan Trisakti dibuka kembali dan dinyatakan sebagai kasus pelanggaran HAM berat. Setelah menggelar aksi damai di Komnas Ham, kata Dani, para mahasiswa akan melakukan bakti sosial di sebuah panti asuhan untuk kemudian bergerak ke Tugu Proklamasi untuk malam keakraban, pemutaran film, dan pembacaan doa untuk Indonesia.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau