JAKARTA, KOMPAS.com — Ratusan mahasiswa Universitas Trisakti, Rabu (12/5/2010), mendatangi Gedung Komnas Hak Asasi Manusia, Jakarta. Mereka menuntut pengusutan tuntas Tragedi Trisakti. Ratusan mahasiswa tersebut tiba dengan menggunakan lima bus dan membawa spanduk bertuliskan "Tragedi penembakan Trisakti merupakan pelanggaran HAM berat".
Selain membawa spanduk dan bendera, mereka menggelar aksi teatrikal berupa tari-tarian dengan tujuan mengingatkan masyarakat dan penegak hukum terhadap peristiwa penembakan mahasiswa Trisaksi pada Mei 1998.
"Tuntutannya, tuntaskan masalah, mendapat klarifikasi kenapa sempat ditutup kasus ini karena katanya kasus ini bukan pelanggaran berat. Tapi kami ingin memperjuangkan kalau ini kasus berat," ujar koordinator aksi, Dani, di Komnas HAM.
Para mahasiswa tersebut menuntut agar kasus penembakan Trisakti dibuka kembali dan dinyatakan sebagai kasus pelanggaran HAM berat. Setelah menggelar aksi damai di Komnas Ham, kata Dani, para mahasiswa akan melakukan bakti sosial di sebuah panti asuhan untuk kemudian bergerak ke Tugu Proklamasi untuk malam keakraban, pemutaran film, dan pembacaan doa untuk Indonesia.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang