Sidang Ima-Gary Ditunda Kamis Depan

Kompas.com - 12/05/2010, 16:32 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Sidang perdata gugatan Ima Risma yang diajukan terhadap mantan kekasihnya, Gary Iskak, terkait pemberian kepastian hukum bagi status putrinya, Rabiyah Putri Syah ditunda. Sidang yang seharusnya berlangsung pada Rabu ini itu akan digelar lagi di Pengadilan Negeri Tangerang, Banten, Kamis (20/5/2010). 

"Sidang hari ini ditunda satu minggu dan diundur jadi Kamis depan," kata Endah Murnalita, kuasa hukum Ima Risma, Rabu ini di Jakarta.  

Ia menjelaskan, sidang ditunda karena pihak tergugat, Gary, tidak hadir dalam sidang. Padahal, Rabu pagi tadi tim pengacara Gary sempat menampakkan diri di Pengadilan Negeri Tangerang. Namun, begitu sidang dimulai, mereka justru menghilang secara tiba-tiba dan sulit untuk dihubungi. "Lawannya datang sebentar, tetapi enggak menemui hakim, tahu-tahu menghilang. Enggak menghormati sidang banget, sih. Dia ditelepon panitera juga enggak bisa," papar Endah menggebu-gebu.

Ketika sidang mulai dijalankan, tim pengacara Gary malah mengirimkan pesan singkat kepada panitera pengganti dan meminta agar sidang diundur menjadi Kamis depan. Majelis hakim pun akhirnya memberi kesempatan kepada pihak Gary dan menunda sidang tersebut. "Mereka alasannya karena ada urusan mendadak. Enggak tahu apa itu," ujar Endah. 

Endah menjelaskan, sidang hari ini seharusnya dilanjutkan dengan agenda mendengar jawaban dari pihak tergugat. Gary, yang sejak sidang pertama telah ditunggu-tunggu kehadirannya, pun tak datang. Ketidakhadiran Gary itu cukup beralasan. Pasalnya, saat ini Gary sedang dirawat di Rumah Sakit Jakarta karena mengalami tindak kekerasan yang diakuinya dilakukan oleh Ima. 

Endah menerangkan pula, sidang pada Kamis depan akan dilanjutkan dengan agenda mendengarkan jawaban dari pihak tergugat. "Jadi, kalau mereka tetap tidak memberi jawaban, kami akan lewati dan langsung masuk ke pembuktian," ucapnya. (ANI)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau