SEOUL, KOMPAS.com - Warga Korea Utara terancam batal menyaksikan timnas mereka di Piala Dunia 2010. Hasil itu disebabkan terhambatnya perundingan pengiriman sinyal televisi gratis oleh saluran televisi resmi Piala Dunia dari Korea Selatan, SBS.
Perundingan tersebut terhenti setelah ketegangan politik antara kedua negara semakin memuncak pasca-ledakan yang menenggelamkan kapal perang Cheonan di Seoul pada 26 Maret 2010 lalu. Kepolisian Seoul sampai saat ini masih menyelidiki ledakan yang menewaskan 46 orang tersebut.
SBS mengatakan "ketegangan hubungan antar-Korea" mengakibatkan pembicaraan siaran Piala Dunia tidak berjalan sebagaimana mestinya, apalagi persyaratan peliputan TV di Afrika Selatan juga belum disetujui.
"Kami telah merencanakan untuk bergerak maju lewat perundingan serius pada bulan April dan Mei, tetapi hal tersebut tidak menunjukkan kemajuan di tengah ketegangan hubungan antara Korea Selatan dan Korea Utara," kata SBS.
Pada Piala Dunia 2006 lalu, SBS memberikan rekaman liputan gratis pertandingan di Jerman untuk penggemar sepak bola di Korut. Bagi warga Korut, penampilan timnas mereka kali ini merupakan yang pertama sejak mereka masuk putaran final pada 1966. Di Afsel, Korut tergabung dalam Grup G bersama Brasil, Portugal dan Pantai Gading. (SCN)
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang