BEKASI, KOMPAS.com - Kepolisian Resor Metropolitan Bekasi memastikan penyebab kebakaran di pabrik isi ulang korek api gas di Kecamatan Babelan, Bekasi, Sabtu (8/5/2010) lalu akibat sambaran api dari salah satu tabung yang bocor.
Kasatreskrim Polrestro Bekasi Kabupaten, Kompol, Novi Nurohmad, di Cikarang, Kamis (13/5/2010), mengatakan, kesimpulan itu berdasarkan penelusuran Pusat Laboratorium Forensik Mabes Polri Kampung Kelapa III, RT02 RW01, Kecamatan Babelan.
"Sejauh ini kami belum dapat menyimpulkan asal api namun yang jelas kebakaran itu disebabkan oleh sambaran api dari salah satu tabung gas yang bocor," ujarnya.
Menurut Novi, di pabrik itu terdapat ratusan tabung gas berukuran 100 miligram dan 50 kilogram. Adanya kebocoran tabung gas telah menyebabkan ledakan keras hingga mengakibatkan kebakaran dan sejumlah tembok hancur.
"Kami masih mendalami asal api yang menjadi pemicu peristiwa itu. Kebakaran ini murni adanya faktor kelalaian dari salah satu karyawan". kata Novi.
Sementara, dari lima orang yang mengalami luka bakar, dua di antaranya mengalami luka bakar serius berstatus stadium II. Satu korban lainnya bernama Jhokan merupakan pemilik dari usaha tersebut dan bukan atas nama ayahnya yang bernama Marzuki.
"Karena berdasarkan yuridis formal atau di dalam surat-surat perijinan, semuanya atas nama Jhokan," ujarnya. Polisi telah memeriksa tujuh saksi, termasuk Marzuki, ayah Jhokan. Sedangkan masalah perizinan usaha itu, pihaknya hanya mendapatkan izin gangguan, serta surat keterangan domisili pabrik.
"Untuk kelima orang korban luka bakar belum dapat dimintai keterangannya karena masih menjalani perawatan medis di RSUD Kota Bekasi," ujar Novi.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang